— Final Piala Dunia 2026 akan menyajikan pertarungan akbar antara juara bertahan Argentina melawan tim Matador Eropa, Spanyol. Laga puncak di Stadion MetLife, New York, Amerika Serikat, pada Senin (20/7/2026) pukul 02.00 WIB ini tidak hanya memertemukan dua tim terbaik, tetapi juga diwarnai tiga duel individu yang diprediksi akan sangat krusial dalam menentukan siapa yang berhak mengangkat trofi.

Pertandingan ini diprediksi berlangsung ketat mengingat kualitas kedua tim yang relatif seimbang. Selain adu taktik antara pelatih Luis de la Fuente dan Lionel Scaloni, yang pernah menjadi murid dan guru, beberapa duel personal di lapangan dipercaya menjadi kunci utama. Tiga pertarungan yang paling disorot adalah Lionel Messi melawan Aymeric Laporte, adu dominasi lini tengah antara Rodri dan Enzo Fernández, serta duel di sisi sayap antara Lamine Yamal dan Nicolás Tagliafico.

Aymeric Laporte vs Lionel Messi

Meski telah menginjak usia 39 tahun, Lionel Messi tetap menjadi ancaman terbesar bagi pertahanan lawan. Kapten Argentina ini telah mengemas delapan gol sepanjang turnamen dan terus menunjukkan pengaruhnya yang signifikan. Lebih dari sekadar pencetak gol, Messi juga merupakan motor kreativitas tim Tango, dengan empat assist yang telah ia berikan, termasuk dua dalam kemenangan dramatis melawan Inggris di semifinal. Kontribusinya ini menempatkannya di puncak kategori kreativitas FIFA Power Rankings.

Tugas berat untuk meredam pergerakan Messi diprediksi akan diemban oleh bek tengah Spanyol, Aymeric Laporte. Bersama Pau Cubarsí, Laporte membentuk duet pertahanan yang solid. La Roja tercatat hanya kebobolan satu gol dalam tujuh pertandingan berkat kokohnya lini belakang yang dipimpin Laporte. Kemampuan membaca permainan, pengalaman, dan kepemimpinannya akan menjadi modal penting untuk membatasi ruang gerak sang megabintang.

Lamine Yamal vs Nicolás Tagliafico

Di sektor sayap, sorotan akan tertuju pada talenta muda Spanyol, Lamine Yamal. Meskipun sempat dibekap cedera hamstring sebelum turnamen, Yamal perlahan menunjukkan performa terbaiknya. Kecepatan, kreativitas, dan kemampuan dribblingnya menjadikannya ancaman serius di sisi kanan serangan Spanyol. Aksi gemilangnya di semifinal melawan Prancis berhasil menghasilkan penalti yang membuka keunggulan La Roja. Yamal juga berada di peringkat keenam dalam kategori kreativitas FIFA Power Rankings.

Menghadapi Yamal, Argentina akan mengandalkan pengalaman Nicolás Tagliafico. Bek kiri berusia 33 tahun ini merupakan bagian penting dari skuad Argentina yang menjuarai Piala Dunia 2022 dan telah mengoleksi lebih dari 80 caps bersama tim nasional. Disiplin dalam menjaga posisi, kemampuan duel satu lawan satu, serta jam terbangnya di pertandingan besar diharapkan mampu meredam agresivitas Yamal di sisi lapangan.

Rodri vs Enzo Fernández

Pertarungan di lini tengah diprediksi akan memanas antara Rodri dan Enzo Fernández. Rodri, sebagai kapten Spanyol, menjadi jangkar permainan La Roja. Gelandang Manchester City ini memimpin statistik operan sukses di Piala Dunia 2026 dengan 648 umpan akurat dan akurasi 93%. Ia juga mencatat jarak tempuh tertinggi sepanjang turnamen, 83,8 kilometer, dan menjadi yang teratas dalam kategori bertahan FIFA Power Rankings.

Sementara itu, Enzo Fernández menjadi sosok vital di lini tengah Argentina. Peraih penghargaan Pemain Muda Terbaik Piala Dunia 2022 ini tampil dominan sebagai penghubung antar lini dan memimpin timnya dalam jumlah perebutan bola dengan 43 kali. Di fase gugur, kontribusinya sangat terasa, termasuk gol penyeimbang saat Argentina bangkit mengalahkan Mesir di babak 16 besar, dan gol penting lainnya melawan Inggris di semifinal.

Duel kedua gelandang ini diperkirakan akan sangat menentukan tim mana yang mampu mengendalikan tempo permainan dan mendominasi jalannya pertandingan. Ketiga duel individu tersebut diprediksi akan menjadi faktor penentu bagi kedua tim dalam upaya meraih gelar juara dunia.