Detak.news — Jenama otomotif asal Vietnam, VinFast, secara resmi memasuki pasar motor listrik (molis) di Indonesia. Peluncuran ini ditandai dengan diperkenalkannya tiga model baru, yaitu VinFast Evo, VinFast Feliz II, dan VinFast Viper. Ketiga model ini ditawarkan dengan harga mulai dari Rp 17,5 juta untuk VinFast Evo, Rp 18,5 juta untuk Feliz II, dan Rp 22 juta untuk Viper, dengan skema kepemilikan baterai melalui sistem berlangganan.
Managing Director VinFast E-Motorcycle Overseas Market, Vo Thi Cam Tu, menyatakan bahwa ketiga motor listrik ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan beragam konsumen di Indonesia. Perusahaan mengklaim ketiga model menggabungkan teknologi modern, performa yang andal, fitur keselamatan yang mumpuni, serta dukungan sistem penukaran baterai yang menjadi salah satu keunggulan VinFast.
“Ketiga model ini dikembangkan untuk menjawab berbagai kebutuhan dan gaya hidup konsumen dengan mengandalkan teknologi modern, performa kuat, keamanan, serta ekosistem penukaran baterai VinFast,” ujar Vo Thi Cam Tu seperti dikutip dari Antara, Minggu (19/7/2026).
Vo Thi Cam Tu menambahkan bahwa VinFast tidak hanya berambisi menjual kendaraan listrik, tetapi juga membangun ekosistem yang memudahkan konsumen beralih ke kendaraan tanpa emisi. Dalam waktu dekat, VinFast berencana mengoperasikan 20 dealer di berbagai wilayah Indonesia. Jaringan ini akan berfungsi tidak hanya sebagai tempat penjualan, tetapi juga sebagai pusat layanan, penyedia suku cadang, dan lokasi bagi masyarakat yang ingin mencoba langsung produk VinFast.
“Peluncuran 20 dealer di berbagai wilayah Indonesia bersama jaringan battery swapping, stasiun pengisian daya, dan layanan purnajual merupakan langkah penting berikutnya dalam mewujudkan visi tersebut,” katanya.
Siap Produksi Lokal di Subang
VinFast memastikan akan melakukan produksi motor listrik di dalam negeri. Fasilitas perakitan yang berlokasi di Subang, Jawa Barat, ditargetkan akan mulai beroperasi pada tahun depan.
Chief Executive Officer VinFast Indonesia E-Motocycle, Yordan Satriadi, menjelaskan bahwa saat ini seluruh unit motor listrik VinFast yang dijual di Indonesia masih diimpor secara utuh atau completely build up (CBU). Namun, VinFast sedang menyiapkan pabrik di Subang untuk lokasi perakitan dengan skema completely knocked down (CKD).
“Untuk sementara, tahun ini kita masih semuanya CBU tapi nanti kita akan CKD-nya itu di Subang. Rencananya itu tahun depan, tahun 2027,” kata Yordan.
Yordan juga mengungkapkan bahwa VinFast akan menghadirkan tipe-tipe lain, termasuk seri premium, namun belum merinci jadwal peluncurannya. Perusahaan memilih untuk memperkenalkan produk secara bertahap agar konsumen tidak merasa bingung dengan banyaknya pilihan.
Mengenai pengiriman unit, Yordan menerangkan bahwa prosesnya dijadwalkan mulai berjalan pada bulan ini. “Semua unit kita akan mulai delivery di bulan Juli ya,” ucapnya.
Skala prioritas pengiriman akan diterapkan, di mana konsumen yang mendaftar dalam program pemesanan awal sejak akhir Mei lalu akan menjadi prioritas utama. Pengumuman harga resmi ini juga menjadi sinyal bagi jaringan dealer untuk segera menghubungi konsumen early booking.
“Tentunya yang pertama prioritas yang kemarin dari early booking kita akan delivery. Nanti itu sudah mulai dikontak sama diler-diler kita,” jelas Yordan.
Peluang Kemitraan dan Ekosistem Baterai
Selain penjualan ke konsumen umum, VinFast juga membuka peluang kemitraan dengan berbagai pelaku bisnis. Hal ini mencakup penyediaan kendaraan operasional perusahaan maupun untuk layanan transportasi daring berbasis aplikasi.
“Kita terbuka buat semua. Jadi semuanya itu kita bisa serap, kita terbuka siapapun yang mau memiliki kendaraan kita buat armada perusahaan, buat ride hailing (aplikasi transportasi daring), kita bisa bekerja sama,” ujar Yordan.
Sebagai penunjang produknya, VinFast terus memperluas ekosistem kendaraan listrik dengan mengembangkan jaringan penukaran baterai. Bersama V-Green, VinFast telah mengoperasikan lebih dari 2.000 titik stasiun penukaran baterai yang tersebar di wilayah Jabodetabek dan sejumlah kota besar di Pulau Jawa.
Sebagai bagian dari program peluncuran, konsumen motor listrik VinFast akan mendapatkan layanan penukaran baterai gratis di stasiun penukaran baterai publik V-GREEN selama satu tahun. Layanan ini memiliki batas maksimum 20 kali penukaran baterai untuk setiap kendaraan per bulan.
Perusahaan menilai pasar sepeda motor Indonesia yang mencapai lebih dari enam juta unit per tahun memiliki prospek yang menjanjikan bagi pengembangan bisnisnya di segmen kendaraan roda dua listrik. Melalui skema produksi dalam negeri, perluasan jaringan penukaran baterai, dan pengembangan ekosistem kendaraan listrik, Yordan optimistis VinFast dapat memperkuat penetrasinya di pasar motor listrik Indonesia.
“Di Indonesia ini pasarnya besar, per tahun itu lebih dari enam juta. Ini sesuatu yang sangat menarik buat bisnis roda dua di Indonesia,” kata Yordan.
Tiga Model dengan Karakter Berbeda
VinFast Viper hadir dengan desain sporty yang ditujukan bagi pengendara muda. Sementara itu, VinFast Feliz II dan VinFast Evo mengembangkan keunggulan model pendahulunya di Vietnam dengan berbagai penyempurnaan agar sesuai dengan kebutuhan dan preferensi konsumen Indonesia.
Ketiga model ini ditenagai oleh motor listrik BLDC in-wheel. Varian konfigurasi dua baterai menggunakan daya 5.200 watt, sedangkan konfigurasi satu baterai menggunakan daya 3.000 watt. VinFast Viper dan VinFast Feliz II memiliki kecepatan maksimum hingga 90 kilometer per jam, sementara VinFast Evo mampu melaju hingga 80 kilometer per jam.
Setiap kendaraan dilengkapi dua kompartemen baterai di bawah jok yang dapat menampung dua baterai lithium ferro phosphate (LFP) berkapasitas 1,5 kWh secara bersamaan. Dalam kondisi baterai terisi penuh, VinFast Evo diklaim mampu menempuh jarak hingga 150 kilometer. VinFast Viper dan VinFast Feliz II dapat menempuh jarak hingga 145 kilometer.
VinFast menawarkan dua skema kepemilikan baterai: pembelian langsung atau melalui layanan berlangganan. Selain memanfaatkan layanan penukaran baterai, pengguna juga dapat mengisi daya kendaraan secara mandiri di rumah. Seluruh model juga didukung garansi hingga 4+2 tahun atau 60.000+12.000 kilometer, tergantung mana yang tercapai lebih dahulu.
Ikuti Detak.news
