— JAKARTA – PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) memperluas peranannya dalam mendukung perkembangan sosial budaya di Indonesia melalui peluncuran program Sanggar Bakti BCA. Program ini dirancang untuk memberikan pendampingan komprehensif bagi komunitas seni pertunjukan, tidak hanya terbatas pada aspek pembiayaan, tetapi juga penguatan kapasitas organisasi agar mereka dapat tumbuh secara mandiri dan berkelanjutan.

Tahap awal program ini diawali dengan pembinaan terhadap Citra Art Studio, sebuah komunitas seni tari dan musik yang terpilih menjadi peserta pertama. Pemilihan ini dilakukan melalui proses seleksi yang ketat, bekerja sama dengan Titimangsa dan melibatkan panel ahli dari kalangan pelaku seni.

Melalui Sanggar Bakti BCA, Citra Art Studio akan menerima pendampingan jangka menengah yang mencakup berbagai aspek krusial. Ini termasuk peningkatan kualitas karya pertunjukan, optimalisasi tata kelola organisasi, manajemen produksi, dokumentasi karya, hingga pengembangan sumber daya manusia.

Executive Vice President Corporate Communication & Social Responsibility BCA, Hera F. Haryn, menekankan pentingnya penguatan kapasitas sanggar seni. Menurutnya, hal ini merupakan kunci agar komunitas seni tidak hanya mampu melestarikan budaya, tetapi juga terus berinovasi dalam menghasilkan karya yang bermanfaat bagi masyarakat luas.

“Kami berharap sanggar yang terpilih dapat memanfaatkan program ini untuk mengembangkan potensi, memperluas peluang, dan memperkuat keberlanjutan sanggar. Pendampingan yang kami berikan diharapkan menjadi bekal bagi mereka untuk terus bertumbuh dan menjangkau audiens yang lebih luas,” ujar Hera.

Hera menambahkan bahwa visi BCA adalah menjadikan sanggar seni sebagai organisasi yang tidak hanya berfungsi sebagai ruang pelestarian budaya, tetapi juga memiliki fondasi yang kokoh untuk terus berkembang dan membuka kesempatan belajar bagi generasi muda.

Program Sanggar Bakti BCA ini dilaksanakan berkolaborasi dengan Titimangsa, sebuah organisasi yang telah memiliki rekam jejak lebih dari 15 tahun dalam pengembangan seni pertunjukan di Indonesia.

Pendiri Titimangsa, Happy Salma, menyambut baik kolaborasi ini sebagai ruang pembelajaran berharga bagi komunitas seni. Ia melihat program ini sebagai kesempatan untuk memperkuat tata kelola organisasi dan mengembangkan ide-ide kreatif baru.

“Kami bertemu dengan banyak pegiat seni yang bekerja dengan penuh konsistensi dan kecintaan terhadap tradisi. Harapannya, sanggar yang terpilih dapat memanfaatkan program ini untuk bertukar pengetahuan, mengembangkan gagasan baru, dan semakin yakin melangkah dalam perjalanan berkesenian mereka,” ungkap Happy Salma.

Program Sanggar Bakti BCA sendiri terdiri dari dua tahapan utama. Tahap pertama adalah asesmen dan pemetaan komunitas seni untuk mengidentifikasi sanggar-sanggar yang memiliki potensi. Selanjutnya, tahap kedua adalah pendampingan intensif yang fokus pada penguatan kualitas artistik, kapasitas organisasi, hingga pengembangan karya pertunjukan.

Proses seleksi awal diikuti oleh 10 sanggar seni. Penilaian dilakukan oleh tim periset yang terdiri dari maestro tari Elly Luthan dan aktor senior Joned Suryatmoko. Lima sanggar terbaik kemudian berkesempatan mempresentasikan program mereka di hadapan panelis yang beranggotakan Happy Salma, akademisi seni Nungki Kusumastuti, produser Sari Madjid, dan budayawan Nanang Hape. Akhirnya, Citra Art Studio berhasil terpilih sebagai peserta pertama program prestisius ini.