— Pasar properti, khususnya sektor perumahan, menghadapi tekanan signifikan sepanjang semester I tahun 2026. Penjualan rumah di pasar primer tercatat mengalami penurunan, dipicu oleh kombinasi melemahnya daya beli masyarakat, terutama segmen menengah ke bawah, pengetatan seleksi kredit oleh perbankan, serta lonjakan biaya material bangunan.

Berdasarkan laporan Survei Harga Properti Residensial (SHPR) Bank Indonesia, penjualan properti residensial pada kuartal I-2026 terkontraksi hingga 25,67% secara tahunan (year-on-year/yoy). Angka ini berbalik tajam dibandingkan periode kuartal IV-2025 yang sempat mencatatkan pertumbuhan 7,83%.

Menanggapi kondisi tersebut, Muhammad Adhiguna Sosiawan, Chief Marketing Officer sekaligus Architecture Director MAS Group (Mekar Agung Sejahtera), menyatakan bahwa MAS Group tetap fokus memasarkan perumahan Areum Parc di Bogor, Jawa Barat. Pemasaran proyek yang dimulai sejak 2024 ini memasuki semester II-2026 dengan hampir habisnya tahap pertama sebanyak 245 unit, mencapai tingkat hunian 70%.

Adhiguna menegaskan bahwa fokus MAS Group saat ini adalah pada unit rumah, bukan lagi lokasi semata. Hal ini melahirkan produk dengan konsep modern yang dirancang sesuai kebutuhan konsumen yang beragam, mulai dari Gen Z hingga milenial.

Ia menambahkan bahwa tim arsitek Areum Parc secara rutin melakukan tinjauan produk setiap tiga bulan untuk terus menyempurnakan desain, menyesuaikan dengan dinamika pasar yang cepat berubah.

“Pada tahap ini, pilihan produknya beragam, jumlah lantainya mulai dari satu hingga tiga. Ukurannya mulai dari 5,5×12, 5,5×14, 7×15, hingga 9×15. Selain itu, setiap tipe, khususnya unit rumah tiga lantai memiliki konsep lantai dasar yang multifungsi,” terang Adhiguna.

Lantai dasar tersebut, lanjut Adhiguna, dapat difungsikan sebagai pantry, ruang makan, atau dimanfaatkan sesuai kebutuhan pemilik, seperti area yoga, ruang praktik dokter gigi, atau ruang kerja.

“Sementara itu, untuk ruang tamu ada di lantai dua dan kamar utama plus kamar mandi, sedangkan di lantai tiga ada dua kamar dan kamar mandi. Selain itu, ada area terbuka berupa taman belakang dan samping sebagai sirkulasi udara dan cahaya,” jelas Adhiguna.

Sementara itu, GM Business and Development MAS Group, Irvandy, mengungkapkan bahwa pemasaran perdana Areum Parc berjalan cukup cepat karena konsep harganya yang kompetitif, mulai dari Rp400 jutaan.

Areum Parc dikembangkan dengan konsep “Korean Dreams” yang tercermin pada tampilan rumah, lansekap, dan taman. Dengan luas 16 hektare, Areum Parc dilengkapi berbagai fasilitas, termasuk club house yang memiliki kolam renang.

“Memasuki pengembangan di tahap II, kami tawarkan beragam tipe rumah yang ada di dua klaster, Ipnamu dan Jeongwon, dengan harga mulai Rp600 jutaan hingga Rp1 miliaran lebih dengan konsep satu lantai, dua lantai dan tiga lantai,” jelas Irvandy. Peluncuran produk baru ini dilakukan pada Kamis (23/07).