Detak.news — Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah periode 2022–2027, dr. H. Agus Taufiqurrohman, Sp.S., M.Kes., menekankan pentingnya kolaborasi multi-pihak untuk memperkuat ketahanan masyarakat bawah. Menurutnya, kepedulian sosial dan penanganan jaminan sosial telah menjadi bagian dari DNA Muhammadiyah sejak awal pendiriannya, namun pelaksanaannya di era digital memerlukan transformasi.
“Kolaborasi dari multi stakeholder menjadi langkah yang strategis untuk memperkuat ketahanan masyarakat bawah,” ujar Agus dalam keterangannya, Sabtu (18/7/2026).
Sebagai wujud nyata upaya memutus rantai kemiskinan melalui penguatan data dan literasi finansial, PT CRIF Lembaga Informasi Keuangan (CLIK) menyalurkan donasi melalui Majelis Pembinaan Kesejahteraan Sosial (MPKS) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah. Sinergi ini lahir dari kerja sama antara dunia usaha dan organisasi keagamaan.
Kolaborasi ini bukan sekadar bantuan, melainkan dorongan strategis untuk memperluas literasi data dan keuangan yang lebih tepat sasaran bagi masyarakat yang membutuhkan.
CLIK menyatakan kebanggaannya dapat berpartisipasi dalam gerakan ini, didasari kesamaan visi untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang mandiri dan sejahtera melalui kolaborasi lintas sektor. Sektor tersebut mencakup pemerintah, lembaga keuangan dan non-keuangan, serta tokoh masyarakat.
Penyerahan donasi dilakukan secara simbolis oleh Direktur Komersial dan Bisnis PT CRIF Lembaga Informasi Keuangan, Lucky Herviana, kepada Sekretaris MPKS PP Muhammadiyah, Dr. Jasra Putra, S.Fil.I., M.Pd. Momen ini merupakan bagian dari agenda penting dalam acara Upgrading Pimpinan, Rapat Koordinasi Regional, & Seminar MPKS PP Muhammadiyah.
Acara yang mengusung tema “Think Bigger, Lead Better: Strategi Membangun Dampak dan Keberlanjutan Gerakan Kesejahteraan Sosial” tersebut diselenggarakan di Aula Gedung Bromo BBPPMPV Bisnis dan Pariwisata, Depok, pada Jumat (17/07/2026).
Pemilihan Muhammadiyah sebagai mitra oleh CLIK didasari oleh rekam jejak organisasi tersebut yang telah terbukti dalam bidang pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi. Jaringan luas Muhammadiyah di seluruh Indonesia dinilai sebagai kekuatan besar dalam menciptakan kesempatan kerja serta memberdayakan masyarakat secara nyata dan berkeadilan.
CLIK, sebagai kredit biro berlisensi dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), berkomitmen mengintegrasikan kepedulian sosial dan lingkungan ke dalam model bisnisnya untuk menciptakan nilai manfaat bersama ( shared value ).
Melalui kolaborasi ini, diharapkan masyarakat bawah dapat tumbuh menjadi individu yang lebih mandiri, terampil, bijak dalam mengelola finansial, dan mencapai kesejahteraan yang berkelanjutan.
Lucky Herviana menyoroti tantangan nyata di lapangan, di mana masih banyak warga Indonesia yang tergolong unbanked atau belum terjangkau ekosistem keuangan formal karena ketiadaan rekam jejak finansial yang tercatat. Melalui donasi dan seminar ini, CLIK berupaya mendorong peningkatan literasi keuangan dan data.
“Masih banyak masyarakat Indonesia yang belum terlihat dalam sistem keuangan formal karena keterbatasan data. Melalui integrasi data, kami ingin membantu mereka membangun rekam jejak kredit yang lebih baik sehingga kesempatan untuk mengakses pembiayaan sesuai dengan kemampuan dan kebutuhannya bisa terwujud. Inilah langkah penting untuk mewujudkan ekosistem perkreditan yang lebih inklusif,” jelas Lucky.
Dr. Jasra Putra menyambut baik inisiatif ini, memandang dukungan dari sektor swasta seperti CLIK sebagai modal strategis. Langkah ini diyakini dapat merevitalisasi instrumen pelayanan sosial Muhammadiyah agar tetap relevan dan adaptif terhadap perubahan zaman.
Ikuti Detak.news
