Detak.news — JAKARTA – PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) melalui anak usahanya, Telkomsel, berhasil memenangkan lelang spektrum 5G dengan mengamankan total 100 MHz. Perolehan signifikan ini mendorong kenaikan target harga saham TLKM.
Analis Samuel Sekuritas Indonesia, Jason Sebastian, menyatakan dalam risetnya bahwa kemenangan ini semakin memperkuat keunggulan jaringan Telkomsel di pasar telekomunikasi Indonesia.
Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menyelenggarakan lelang spektrum frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz pada 10 Juli 2026. Lelang ini krusial untuk pengembangan jaringan generasi kelima (5G) dan diharapkan memperkuat prospek jangka panjang sektor telekomunikasi seluler nasional.
Selain Grup Telkom, PT Indosat Tbk (ISAT) memperoleh 80 MHz spektrum, sementara PT XL Axiata Tbk (EXCL) juga mendapatkan alokasi serupa. “Tambahan spektrum tersebut diperkirakan dapat memperkuat jangkauan dan kualitas jaringan EXCL,” jelas Jason.
Seluruh operator telekomunikasi diperkirakan akan meningkatkan belanja modal (capital expenditure/capex) secara bertahap. Dana ini dialokasikan untuk pembayaran biaya spektrum dan pemenuhan komitmen pembangunan jaringan.
Komitmen tersebut mencakup perluasan jaringan 4G ke 538 desa yang masih minim layanan telekomunikasi, serta pembangunan jaringan 5G yang ditargetkan menjangkau 51% populasi Indonesia.
Biaya awal lelang spektrum 5G kali ini dilaporkan lebih rendah dibandingkan lelang spektrum 4G sebelumnya, yang menjadi insentif bagi perusahaan untuk ekspansi jaringan 5G.
Meskipun demikian, Jason mengingatkan bahwa biaya spektrum dan beban bunga pinjaman berpotensi menekan margin keuntungan operator dalam jangka pendek, terutama sebelum layanan 5G mampu menghasilkan pendapatan yang sepadan dengan investasi.
Rekomendasi dan Target Harga Saham
Sektor telekomunikasi seluler Indonesia dinilai memiliki valuasi paling atraktif di regional. Samuel Sekuritas merevisi rekomendasi sektor telekomunikasi menjadi overweight dari sebelumnya neutral.
Peningkatan rekomendasi ini didorong oleh pelaksanaan lelang spektrum 5G dan valuasi sektor yang menarik. Proyeksi 2027 menunjukkan valuasi sektor telekomunikasi Indonesia berada pada rasio EV/EBITDA sebesar 4,2 kali, sekitar 16% lebih rendah dibandingkan sektor telekomunikasi Filipina.
Samuel Sekuritas menaikkan target harga saham TLKM dari Rp 2.900 menjadi Rp 3.300, serta meningkatkan rekomendasi saham TLKM dari hold menjadi buy. Peningkatan ini merefleksikan prospek positif Telkomsel pasca perolehan alokasi spektrum terbesar.
Sementara itu, rekomendasi saham EXCL dipertahankan pada hold dengan target harga Rp 2.700. Hal ini mengingat perseroan masih perlu melakukan perbaikan operasional dan pasca-merger untuk memperkuat neraca keuangannya.
Pilihan utama Samuel Sekuritas tertuju pada ISAT, dengan rekomendasi buy dan target harga Rp 2.500. ISAT didukung oleh strategi asset-light dan potensi tambahan kontribusi Rp 1,17 triliun dari penjualan aset jaringan serat optik.
Ikuti Detak.news
