— JAKARTA – PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT), pengelola jaringan minimarket Alfamart, terus melanjutkan ekspansi bisnisnya sesuai target. Perusahaan bahkan berpotensi menaikkan rasio pembayaran dividen di masa mendatang.

Investment Analyst Stockbit Sekuritas, Amara Beatrice, dalam catatannya pada Senin (20/7/2026), menyatakan bahwa ekspansi AMRT terlihat berada di jalur yang tepat. Pada kuartal I-2026, perusahaan berhasil membuka 209 gerai baru, mendekati target 1.000 gerai baru yang ditetapkan untuk tahun 2026, yang terdiri dari 800 gerai Alfamart dan 200 gerai Alfamidi.

Selain gerai fisik, AMRT juga terus mengembangkan platform penjualan digitalnya, Alfagift. Kontribusi Alfagift terhadap total pendapatan ditargetkan mencapai 10% pada 2026, meningkat dari 8% pada 2025. Manajemen AMRT menegaskan bahwa pengembangan Alfagift dilakukan secara sehat tanpa promosi berlebihan atau ‘bakar uang’, sehingga kanal online tersebut tetap menghasilkan keuntungan.

Perusahaan menargetkan pertumbuhan pendapatan di kisaran ‘high-single digit’ untuk tahun ini. Secara umum, kinerja AMRT dinilai sejalan dengan target yang ditetapkan untuk 2026.

Manajemen AMRT mengindikasikan bahwa daya beli masyarakat tetap terjaga pada kuartal II-2026. Meskipun secara musiman kuartal setelah periode Ramadan dan Lebaran cenderung menunjukkan kinerja yang lebih lemah, tren positif masih terlihat.

Pada kuartal I-2026, PT Sumber Alfaria Trijaya (AMRT) mencatatkan pertumbuhan pendapatan sebesar 8% secara tahunan (year-on-year/yoy). Pertumbuhan ini didukung oleh ‘same-store sales growth’ (SSSG) yang mencapai 6% yoy dan penambahan 167 gerai baru.

Dengan momentum penjualan yang solid dan tidak adanya rencana penambahan pusat distribusi (distribution center/DC) baru dalam dua hingga tiga tahun ke depan, AMRT diperkirakan akan mendapatkan manfaat dari ‘operating leverage’. Peningkatan utilisasi DC yang sudah ada, terutama yang dibangun pada 2024 dan 2025, akan menopang pertumbuhan laba pada periode 2026-2027.

Stockbit melihat potensi AMRT untuk meningkatkan rasio pembayaran dividen (‘dividend payout ratio’/DPR) ke depannya. Hal ini didukung oleh pertumbuhan laba yang positif, kemampuan menghasilkan arus kas yang kuat (‘strong cashflow generation’), serta tidak adanya kebutuhan belanja modal (‘capex’) yang signifikan.

Secara historis, AMRT telah konsisten meningkatkan rasio pembayaran dividennya. Rasio dividen untuk tahun buku 2025 tercatat sebesar 51%, naik dari 45% pada tahun 2024, dan 35% pada tahun 2023.