— Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi akan bergerak dalam rentang terbatas pada perdagangan Jumat, 24 Juli 2026. Prediksi ini muncul setelah IHSG ditutup melemah 0,3% ke level 6.315,31 pada Kamis, 23 Juli 2026, meskipun sempat menguat mendekati area 6.454 di tengah sesi perdagangan.

Pelemahan yang terjadi kemarin dipicu oleh aksi ambil untung (profit taking) dan peningkatan kehati-hatian investor. Hal ini terjadi di tengah lonjakan harga minyak dunia yang memicu kekhawatiran.

Investor asing kembali mencatatkan aksi jual bersih (net sell) sebesar Rp 1,2 triliun. Meskipun demikian, optimisme terhadap fundamental ekonomi Indonesia masih menjadi faktor penopang pasar.

Pasar pada hari ini akan mencermati peningkatan risiko geopolitik di Timur Tengah. Kelompok Houthi dilaporkan menyerang kapal tanker Saudi di Laut Merah, sementara Amerika Serikat dan Iran masih menutup peluang negosiasi.

Kondisi tersebut mendorong harga minyak Brent melonjak lebih dari 6%, mendekati US$ 100 per barel. Kenaikan ini meningkatkan kekhawatiran terhadap gangguan pasokan energi global dan potensi tekanan inflasi.

Di pasar domestik, perhatian investor mulai beralih pada musim rilis kinerja keuangan emiten semester I-2026. Laporan keuangan ini diperkirakan akan menjadi katalis pergerakan saham dalam jangka pendek.

BRI Danareksa Sekuritas memperkirakan IHSG akan bergerak terbatas dengan level support di 6.200 dan resistance di 6.400. Selama indeks bertahan di atas area support, peluang untuk melanjutkan tren penguatan masih terbuka.

Namun, volatilitas diperkirakan tetap tinggi seiring meningkatnya risiko geopolitik dan fluktuasi harga minyak dunia. Pada perdagangan kemarin, indeks di bursa Wall Street juga ditutup melemah. Dow Jones Industrial Average melemah 0,97% ke level 51.711,6, S&P 500 melemah 1,21% ke 7.408,3, dan Nasdaq Composite melemah 2,15% menjadi 25.137,6.

Untuk perdagangan Jumat (24/7/2026), BRI Danareksa Sekuritas memberikan rekomendasi saham ELSA, NCKL, dan MEDC untuk trading.