Detak.news — JAKARTA – PT CRIF Lembaga Informasi Keuangan (CLIK), sebuah Lembaga Pengelola Informasi Perkreditan (LPIP) yang beroperasi di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), telah memperkenalkan solusi inovatif bernama CLIK Propensity Score. Skor prediktif ini dirancang untuk membantu lembaga keuangan mengidentifikasi calon peminjam yang memiliki potensi untuk mengajukan kredit dalam kurun waktu tiga bulan ke depan.
Solusi ini bertujuan untuk mendukung strategi pemasaran kredit agar lebih presisi. Dengan demikian, lembaga keuangan diharapkan dapat meningkatkan efektivitas kampanye, mengoptimalkan penggunaan anggaran pemasaran, serta menjangkau calon nasabah pada waktu yang paling tepat.
Tantangan efektivitas kampanye pemasaran kredit masih dihadapi oleh banyak lembaga keuangan. Sebuah laporan dari Association of National Advertisers (ANA/DMA) bertajuk Response Rate Report 2025 menunjukkan bahwa tingkat respons penawaran kartu kredit yang dilakukan secara massal hanya berkisar antara 1 hingga 3 persen.
Angka ini berbanding terbalik dengan kampanye yang ditujukan kepada nasabah lama yang relevan, yang mampu menghasilkan tingkat respons sebesar 5 hingga 9 persen. Temuan ini menggarisbawahi bahwa keberhasilan sebuah kampanye sangat bergantung pada kemampuan untuk mengidentifikasi target audiens yang tepat.
“Industri jasa keuangan membutuhkan pendekatan yang semakin berbasis data agar dapat memahami kebutuhan dan melayani nasabah lebih baik. Melalui CLIK Propensity Score, kami ingin menghadirkan inovasi yang membantu lembaga keuangan mengambil keputusan yang lebih akurat, sehingga upaya pemasaran menjadi lebih efisien dan pertumbuhan bisnis menjadi lebih sehat,” ujar Rizana Noor, Presiden Komisaris PT CRIF Lembaga Informasi Keuangan (CLIK) dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (25/7/2026).
CLIK Propensity Score bekerja dengan memprediksi kemungkinan seseorang mengambil kredit tanpa agunan. Prediksi ini didasarkan pada perilaku kredit yang tercatat di biro kredit, dengan cakupan prediksi hingga tiga bulan ke depan.
Model ini memanfaatkan wawasan yang lebih komprehensif dari data seluruh anggota biro kredit (bureau-wide intelligence), memberikan pemahaman yang lebih luas dibandingkan hanya mengandalkan data internal institusi. Solusi ini dapat diaplikasikan untuk berbagai jenis produk kredit tanpa agunan, termasuk kartu kredit, Kredit Tanpa Agunan (KTA), Buy Now Pay Later (BNPL), hingga pinjaman peer-to-peer (P2P).
“Selama ini banyak lembaga jasa keuangan menjalankan kampanye akuisisi dan cross-sell tanpa benar-benar tahu siapa yang sedang bersiap mengambil pinjaman baru. Dengan CLIK Propensity Score, kami ingin membantu industri melihat sinyal permintaan itu lebih awal, sehingga penawaran bisa sampai ke orang yang tepat, pada momen yang tepat, tanpa mengorbankan disiplin manajemen risiko,” jelas Yovi Leonora, Vice President Presales & Solution, PT CRIF Lembaga Informasi Keuangan (CLIK).
Selain membantu mengidentifikasi calon peminjam, Propensity Score juga dirancang untuk mendukung berbagai kebutuhan bisnis lainnya. Ini termasuk kampanye akuisisi nasabah baru, strategi cross-sell, penentuan prioritas bagi relationship manager, hingga optimalisasi penawaran kredit digital. Implementasi solusi ini dapat dimulai melalui tahap proof of concept (PoC) untuk memungkinkan lembaga keuangan mengevaluasi performa model berdasarkan karakteristik portofolio unik mereka.
Melalui CLIK Propensity Score, CLIK memperluas portofolio solusi analitiknya guna mendukung pengambilan keputusan berbasis data di industri jasa keuangan. “Solusi ini diharapkan dapat membantu lembaga keuangan mengoptimalkan strategi pertumbuhan bisnis melalui pemasaran kredit yang lebih efektif, tanpa mengesampingkan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaan risiko,” pungkasnya.
Ikuti Detak.news

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.