Detak.news — JAKARTA – Emiten Grup Bakrie, PT Darma Henwa Tbk (DEWA), mengumumkan rencana untuk melakukan audit atas laporan keuangan konsolidasian perseroan yang berakhir pada 30 Juni 2026. Keputusan ini diambil sebagai bagian dari persiapan penyusunan laporan keuangan auditan untuk tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2026, serta untuk memenuhi ketentuan lainnya yang berlaku.
Direktur Darma Henwa, Mukson Arif Rosyidi, dalam keterbukaan informasi yang disampaikan baru-baru ini, menjelaskan bahwa laporan keuangan auditan tersebut dijadwalkan akan disampaikan paling lambat pada 30 September 2026.
Sebelumnya, pada kuartal I-2026, Darma Henwa mencatat pendapatan sebesar Rp 1,54 triliun, sedikit mengalami penurunan dari Rp 1,58 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Namun, laba bersih perseroan menunjukkan peningkatan signifikan, melonjak menjadi Rp 92,71 miliar dari Rp 68,88 miliar pada kuartal I-2025.
Sementara itu, pergerakan saham DEWA pada penutupan perdagangan Jumat (24/7/2026) terpantau anjlok 6,36% ke level Rp 442. Meskipun demikian, dalam sepekan terakhir, saham DEWA masih mencatatkan penguatan sebesar 21,43%, dengan catatan pembelian bersih oleh investor asing senilai Rp 19,67 miliar.
Dalam analisisnya tertanggal 27 Juli 2026, MNC Sekuritas menyoroti koreksi saham DEWA sebesar 6,36% ke level 442 yang disertai dengan volume penjualan. Pergerakan harga saham tersebut kembali berada di bawah rata-rata pergerakan 200 hari (MA200).
Meskipun demikian, MNC Sekuritas melihat adanya peluang beli saat pelemahan (buy on weakness) untuk saham DEWA di kisaran harga 392-414. Target harga pertama yang dibidik adalah 510, dengan target harga kedua mencapai 550. Analis menyarankan untuk melakukan stoploss apabila harga saham DEWA turun di bawah 330.
Ikuti Detak.news

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.