Detak.news — Harga emas dan perak kembali mencatatkan penguatan pada awal pekan setelah ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran mulai mereda. Kondisi tersebut turut mendorong penurunan harga minyak mentah sehingga meredakan kekhawatiran pasar terhadap tekanan inflasi global.
Di sisi lain, perhatian investor kini tertuju pada keputusan suku bunga Federal Reserve (The Fed) yang akan diumumkan dalam pekan ini. Kebijakan bank sentral Amerika Serikat tersebut diperkirakan akan menjadi penentu arah pergerakan pasar logam mulia dalam jangka pendek.
Pada penutupan perdagangan Senin (27/7/2026), harga emas berada di level US$4.075,16 per troy ons atau naik 0,58 persen dibandingkan sesi sebelumnya. Sementara itu, harga perak juga menguat menjadi US$58,41 per troy ons setelah mencatat kenaikan sebesar 0,85 persen.
Harga Minyak Turun Dukung Penguatan Emas
Kenaikan harga emas tidak terlepas dari melemahnya harga minyak mentah dunia. Kontrak minyak Brent untuk pengiriman September turun menjadi US$88,36 per barel, sedangkan minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) terkoreksi ke level US$82,61 per barel.
Penurunan harga energi dipicu oleh membaiknya hubungan antara AS dan Iran setelah muncul sinyal positif terkait upaya penyelesaian konflik melalui jalur diplomatik. Berkurangnya ketegangan di kawasan Timur Tengah juga memunculkan harapan bahwa aktivitas pelayaran di Selat Hormuz dapat kembali berjalan normal.
Harga minyak yang lebih rendah dinilai mampu mengurangi tekanan inflasi sehingga ekspektasi terhadap kebijakan moneter yang lebih agresif mulai berkurang. Kondisi tersebut memberikan sentimen positif bagi pasar logam mulia.
Pasar Menunggu Keputusan The Fed
Selain perkembangan geopolitik, fokus investor kini tertuju pada hasil rapat kebijakan Federal Reserve. Mayoritas pelaku pasar memperkirakan bank sentral AS masih akan mempertahankan suku bunga pada pertemuan kali ini.
Meski demikian, ekspektasi kenaikan suku bunga pada pertemuan berikutnya masih cukup tinggi apabila inflasi belum menunjukkan perlambatan yang signifikan. Oleh karena itu, setiap pernyataan yang disampaikan pejabat The Fed akan menjadi perhatian utama investor.
Selain keputusan suku bunga, pasar juga menantikan rilis data Personal Consumption Expenditures (PCE) Amerika Serikat. Data tersebut merupakan salah satu indikator inflasi yang paling diperhatikan oleh The Fed dalam menentukan arah kebijakan moneternya.
Permintaan Emas China Masih Menjadi Sorotan
Di tengah dinamika pasar global, permintaan emas dari China juga menjadi perhatian investor. Data terbaru menunjukkan impor bersih emas China melalui Hong Kong pada Juni meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Meski secara bulanan volumenya sedikit menurun, kenaikan permintaan tahunan tersebut tetap mencerminkan minat yang kuat terhadap logam mulia di salah satu pasar terbesar dunia. Kondisi ini menjadi salah satu faktor yang membantu menopang harga emas di pasar internasional.
Permintaan fisik yang tetap tinggi dinilai dapat memberikan dukungan tambahan apabila terjadi tekanan akibat perubahan kebijakan suku bunga global.
Harga Perak Ikut Melanjutkan Tren Positif
Tidak hanya emas, harga perak juga melanjutkan penguatan pada perdagangan awal pekan. Logam mulia ini berhasil mencatat kenaikan harian sebesar 0,85 persen sebelum mengalami koreksi tipis pada perdagangan Selasa pagi.
Kinerja positif perak didukung oleh sentimen yang sama dengan emas, yakni meredanya risiko geopolitik dan meningkatnya optimisme terhadap kondisi ekonomi global. Selain berfungsi sebagai aset lindung nilai, perak juga memiliki permintaan tinggi dari sektor industri sehingga pergerakan harganya dipengaruhi oleh prospek pertumbuhan ekonomi.
Investor Waspadai Arah Pasar Selanjutnya
Pelaku pasar diperkirakan akan tetap berhati-hati hingga seluruh agenda ekonomi penting pekan ini selesai diumumkan. Keputusan suku bunga The Fed, data inflasi PCE, serta perkembangan hubungan AS dan Iran diperkirakan menjadi faktor utama yang menentukan arah harga emas dan perak dalam beberapa hari ke depan.
Apabila tekanan inflasi terus mereda dan The Fed mengambil sikap yang lebih dovish, harga logam mulia berpotensi mempertahankan tren positifnya. Sebaliknya, sinyal kenaikan suku bunga lanjutan dapat memicu aksi ambil untung di pasar emas dan perak meski permintaan aset safe haven masih relatif kuat.
Ikuti Detak.news

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.