Detak.news — JAKARTA – PT Elnusa Tbk (ELSA) mencatat pencapaian finansial yang positif pada semester I 2026 dengan membukukan pendapatan sebesar Rp 7,58 triliun. Angka ini menunjukkan pertumbuhan sebesar 9% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat Rp 6,96 triliun.
Berdasarkan laporan keuangan per 30 Juni 2026, perseroan mencatatkan beban pokok pendapatan senilai Rp 6,86 triliun. Hal ini menghasilkan laba bruto sebesar Rp 721,66 miliar, meskipun sedikit mengalami pelemahan dibandingkan Rp 724,46 miliar pada enam bulan pertama tahun 2025.
Meski terjadi pelemahan pada laba bruto, Elnusa berhasil menekan beban umum dan administrasi serta beban keuangan. Upaya efisiensi ini berkontribusi pada lonjakan laba sebelum pajak yang mencapai Rp 540,10 miliar, meningkat 22,6% dari Rp 440,32 miliar pada periode yang sama tahun lalu.
Laba periode berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk juga menunjukkan peningkatan signifikan, yakni Rp 434,7 miliar. Angka ini melonjak hampir 30% dari Rp 336,48 miliar pada semester I 2025.
Dari sisi aset dan liabilitas, total aset Elnusa per 30 Juni 2026 tercatat sebesar Rp 11,40 triliun, dengan liabilitas Rp 5,97 triliun. Angka ini mengalami peningkatan dari posisi 31 Desember 2025, di mana aset ELSA tercatat Rp 10,96 triliun dan liabilitas Rp 5,64 triliun.
Pada penutupan perdagangan saat berita ini disusun, saham ELSA diperdagangkan pada harga Rp 670. Posisi ini menempatkan rasio price to book value (PBV) di angka 0,90 kali. Rasio PBV membandingkan harga saham di pasar dengan nilai buku per saham.
Sementara itu, rasio price earning ratio (PER) ELSA tercatat 5,62 kali (annualized). PER annualized merupakan perbandingan harga saham di pasar dengan laba per saham yang disetahunkan.
Ikuti Detak.news

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.