— Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpantau mengalami koreksi tipis sebesar 2,63 poin atau 0,04 persen pada sesi I perdagangan Selasa (28/7/2026), berada di level 6.183. Pergerakan pasar saham domestik ini dipengaruhi oleh dua sentimen utama, baik dari sisi eksternal maupun internal.

Analis Pilarmas Investindo Sekuritas menjelaskan bahwa dari kancah global, bursa saham Asia menunjukkan tren pelemahan. Hal ini terjadi seiring pelaku pasar yang cenderung berhati-hati menjelang keputusan suku bunga Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed) yang dijadwalkan pekan ini. Meskipun mayoritas pelaku pasar memperkirakan The Fed akan mempertahankan suku bunga acuannya tidak berubah, masih ada spekulasi mengenai potensi kenaikan suku bunga dalam waktu dekat di tengah lonjakan inflasi.

Sebelumnya, Ketua The Fed, Kevin Warsh, telah berulang kali menyatakan komitmennya untuk memerangi inflasi. Namun, pasar juga terbebani oleh sentimen negatif dari sektor semikonduktor yang menekan produsen chip besar, memicu keengganan risiko secara luas. “Tekanan ini seiring meningkatnya kekhawatiran investor tentang apakah investasi AI besar-besaran akan menghasilkan pengembalian yang cukup bagi para pembuat chip,” tulis Pilarmas dalam ulasannya, Selasa (28/7/2026).

Di sisi lain, harapan pasar sempat terangkat oleh potensi meredanya konflik di Timur Tengah. Hal ini menyusul pernyataan Presiden Donald Trump bahwa Amerika Serikat (AS) tengah berupaya melakukan pembicaraan dengan Iran untuk mengakhiri konflik di kawasan tersebut. Perkembangan ini sempat mendorong harga minyak turun dan meredakan kekhawatiran mengenai inflasi serta kenaikan suku bunga. Namun, Trump juga memberikan peringatan bahwa AS siap melanjutkan serangan jika negosiasi gagal, sebuah perkembangan yang kembali mempengaruhi pergerakan harga minyak dan kekhawatiran kebijakan moneter yang lebih ketat.

Sementara itu, dari dalam negeri, pelaku pasar menanti arah kebijakan moneter Bank Indonesia (BI) pasca-pengunduran diri Gubernur BI. “Pasar tentunya menantikan bagaimana transisi kepemimpinan Gubernur BI baru selanjutnya terkait arah kebijakan moneter dan kredibilitas, independensi bank sentral selanjutnya di saat kondisi ketidakpastian global,” ungkap Pilarmas.

Menanggapi kekhawatiran pelaku pasar, pejabat sementara Gubernur BI menyampaikan imbauan agar tidak panik. Ia menegaskan bahwa arah kebijakan BI tidak akan berubah dan seluruh instrumen moneter akan tetap dijalankan untuk menjaga stabilitas pasar keuangan.

Pada sesi pertama perdagangan hari ini, saham-saham yang mencatat kenaikan terbesar antara lain AISA, ALKA, BAJA, MCAS, dan KOBX. Sementara itu, saham-saham yang mengalami penurunan terbesar meliputi KDTN, MPRO, TAMA, BSWD, dan BTEK.

Pilarmas merekomendasikan saham TINS dengan rekomendasi ‘buy’, menetapkan support di level 3.400 dan resistance di 3.640.