— Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi akan melanjutkan tren penguatan pada perdagangan Senin, 20 Juli 2026. Pada penutupan perdagangan sebelumnya, IHSG berhasil ditutup menguat 1,1% ke level 6.175,5, dengan total kenaikan 4,24% sepanjang pekan.

Penguatan IHSG ini didukung oleh membaiknya sentimen global dan domestik. BRI Danareksa Sekuritas menjelaskan bahwa inflasi Amerika Serikat yang lebih rendah dari perkiraan meningkatkan peluang The Fed untuk mempertahankan suku bunga. Selain itu, keputusan S&P Global Ratings yang mempertahankan peringkat kredit Indonesia di BBB dengan outlook stabil, serta penguatan nilai tukar Rupiah, turut berkontribusi pada optimisme pasar.

Optimisme pasar juga diperkuat oleh kembalinya aksi beli bersih (net buy) investor asing pada saham-saham berkapitalisasi besar. Perhatian pasar pekan ini akan tertuju pada hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia. Bank sentral diperkirakan akan mempertahankan BI Rate pada level saat ini, meskipun peluang kenaikan suku bunga tetap terbuka sebagai langkah menjaga stabilitas Rupiah.

Investor juga akan memantau keberlanjutan arus dana asing sebagai konfirmasi penguatan pasar. “Secara teknikal, IHSG masih berpeluang melanjutkan tren penguatan selama bertahan di atas support 6.100, dengan target menguji resistance 6.200–6.242,” tulis BRI Danareksa Sekuritas dalam ulasan mereka pada Senin (20/7/2026).

BRI Danareksa Sekuritas menambahkan bahwa kembalinya akumulasi asing dan peningkatan momentum beli menjadi katalis positif bagi pergerakan IHSG dalam jangka pendek. Sementara itu, bursa saham Amerika Serikat menunjukkan pelemahan di penutupan perdagangan terakhir: Dow Jones Industrial Average melemah 0,77% ke 52.146,4, S&P 500 turun 1,01% ke 7.457,6, dan Nasdaq Composite melemah 1,47% menjadi 25.520,2.

Untuk perdagangan Senin (20/7/2026), BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan tiga saham unggulan untuk trading, yaitu BBCA, ASII, dan TLKM.