Detak.news — JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat signifikan sebesar 88,07 poin atau 1,41% ke level 6.319 pada penutupan sesi pertama perdagangan Selasa (21/7/2026). Analis dari Pilarmas Investindo Sekuritas menyatakan bahwa penguatan indeks hari ini sangat dipengaruhi oleh sentimen positif yang berasal dari dalam negeri.
Menurut Pilarmas, optimisme pelaku pasar terhadap usulan pembentukan Pusat Keuangan Internasional Indonesia (PFII) menjadi penopang utama penguatan indeks. Inisiatif ini dinilai sebagai langkah strategis pemerintah untuk meningkatkan daya saing sektor keuangan nasional dan memperkuat posisi Jakarta sebagai pusat keuangan di kawasan regional. “Inisiatif tersebut dinilai menjadi langkah strategis pemerintah untuk meningkatkan daya saing sektor keuangan nasional dan memperkuat posisi Jakarta sebagai pusat keuangan regional,” tulis Pilarmas dalam risetnya pada Selasa (21/7/2026).
Rencana pembentukan PFII, yang memungkinkan transaksi dalam mata uang asing dan penggunaan bahasa Inggris sebagai bahasa operasional, disambut positif oleh pasar. Kebijakan ini diharapkan dapat menarik lebih banyak investor asing dan meningkatkan aktivitas perdagangan di pasar keuangan Indonesia.
Di tengah penguatan IHSG, pergerakan bursa saham Asia secara umum menunjukkan tren yang bervariasi. Investor global masih mencermati perkembangan konflik di Timur Tengah yang telah mendorong kenaikan harga minyak dunia. “Kondisi tersebut kembali memicu kekhawatiran terhadap inflasi dan membuka peluang suku bunga global bertahan tinggi lebih lama,” tambah Pilarmas.
Meskipun demikian, pelaku pasar menunjukkan sikap kehati-hatian menjelang pengumuman hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia yang dimulai pada hari yang sama. Investor menantikan arah kebijakan suku bunga setelah Bank Indonesia telah menaikkan suku bunga acuan sebesar total 100 basis poin sepanjang Mei hingga Juni untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.
Harga Minyak Melonjak
Kenaikan harga minyak dunia juga menjadi perhatian karena berpotensi meningkatkan tekanan terhadap kondisi fiskal negara. Namun, Pilarmas mencatat bahwa realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) semester I-2026 yang masih berada di jalur target dinilai mampu menjaga optimisme pasar.
Pada sesi pertama perdagangan, saham PT Patria Investama Tbk (MLPT), PT Agrikultura Resources Tbk (AGAR), PT Indo Premier Sekuritas Tbk (TIFA), PT Jasuindo Tiga Sinergi Tbk (JGLE), dan PT Marga Sarana Jabar Tbk (MPRO) menjadi emiten dengan penguatan terbesar. Sebaliknya, saham PT Indo Oil Mandiri Tbk (OMRE), PT Kokoh Invotek Tbk (KOKA), PT Jelita Sejatia Tbk (JELI), PT Paramita Laras Tbk (PAMG), dan PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IKAI) tercatat sebagai saham yang mengalami pelemahan terdalam.
Pilarmas merekomendasikan investor untuk melakukan pembelian saham PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA). Saham emiten petrokimia ini diperkirakan akan bergerak pada kisaran support di level 2.180 dan resistance di level 2.660.
Ikuti Detak.news
