— JAKARTA – Saham-saham perbankan besar atau ‘big banks’ kembali menjadi incaran investor asing. Dalam perdagangan Jumat pekan lalu, investor asing tercatat melakukan aksi beli bersih (net buy) senilai Rp 725 miliar di pasar reguler. Penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sebesar 1,10% ke level 6.175,5 menjadi indikasi meredanya tekanan jual dari investor asing.

BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS) melaporkan bahwa saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) menjadi tiga saham dengan akumulasi asing terbesar. Masing-masing mencatat net buy Rp 698,2 miliar untuk BBCA, Rp 374,8 miliar untuk BMRI, dan Rp 267,6 miliar untuk BBRI. Hal ini menunjukkan pergeseran fokus investor kembali ke sektor perbankan.

Menurut BRIDS, sentimen positif yang mendorong tren ini didukung oleh pernyataan Bank Indonesia (BI) yang menegaskan bahwa bank-bank nasional tidak akan menanggung kerugian dalam skema stabilisasi nilai tukar rupiah. Kebijakan ini secara efektif mengurangi kekhawatiran investor terhadap prospek sektor perbankan.

Lebih lanjut, BI juga memperkuat upaya stabilisasi rupiah melalui intervensi pasar Non-Deliverable Forward (NDF) offshore, perluasan instrumen valuta asing, dan relaksasi transaksi bagi dealer utama. Langkah-langkah ini dinilai mampu meningkatkan kepercayaan investor asing terhadap pasar keuangan Indonesia.

Jika tren aliran dana masuk (inflow) asing ini berlanjut, BRIDS memproyeksikan saham-saham ‘big banks’ berpotensi kembali memimpin penguatan IHSG dalam jangka pendek. Sektor perbankan diperkirakan akan menjadi motor utama penguatan indeks, didukung oleh fundamental yang solid dan bobot indeks yang signifikan.