Detak.news — JAKARTA – JP Morgan kini memandang positif saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) setelah melihat perbaikan yang signifikan pada kinerja perseroan. Lembaga riset tersebut memutuskan untuk meng-upgrade rekomendasi saham BBRI ke peringkat overweight dengan target harga moderat.
Dalam risetnya, JP Morgan menyoroti kekuatan bisnis BBRI pada segmen kredit mikro yang selama ini menjadi penopang profitabilitas perseroan. Meskipun sempat menghadapi tantangan akibat pemburukan aset yang menghambat profitabilitas, JP Morgan mencatat bahwa masalah tersebut kini mulai tertangani.
“Kini, masalah BBRI mulai diperbaiki, seiring perbaikan internal dan banyaknya program pemerintah yang menyasar masyarakat bawah,” tulis JP Morgan dalam laporannya, dikutip Senin (20/7/2026). Lebih lanjut, JP Morgan mengamati bahwa BBRI tidak dapat serta-merta menaikkan biaya dana kepada nasabah, terutama karena sebagian portofolio kreditnya memiliki suku bunga tetap atau semi-tetap. Di sisi lain, BBRI berupaya meningkatkan penyaluran kredit pada segmen korporasi.
JP Morgan memprediksi penurunan Net Interest Margin (NIM) BBRI kemungkinan akan terjadi. Namun, hal ini dinilai telah diperhitungkan oleh pasar, terutama setelah munculnya kabar mengenai penurunan imbal hasil pinjaman dari PNM (Permodalan Nasional Madani).
Valuasi Murah dan Target Harga Baru
JP Morgan memperkirakan konsensus pasar akan segera melakukan revisi terhadap proyeksi kinerja keuangan BBRI. Faktor ini, ditambah dengan valuasi saham BBRI yang saat ini tergolong murah pada level -2 standar deviasi (SD), diprediksi akan menjadi katalis kuat untuk reli saham BBRI.
Dari sisi bisnis, BBRI dinilai memiliki modal yang kuat untuk mendukung kelangsungan pertumbuhan ke depannya. Kekuatan ini juga membuka peluang bagi perseroan untuk membagikan dividen dalam jumlah besar kepada para pemegang saham.
Sejalan dengan pandangan positif tersebut, JP Morgan meng-upgrade saham BBRI menjadi overweight dengan target harga Rp3.400. Target harga ini ditetapkan berdasarkan asumsi Price to Book Value (PBV) wajar sebesar 1,2 kali, dengan proyeksi Return on Equity (ROE) sebesar 17,4%, risk free rate 7%, biaya modal 15,4%, dan terminal growth rate 7%.
Ikuti Detak.news
