— JAKARTA – PT Fore Kopi Indonesia Tbk (FORE) merilis laporan keuangan semester I-2026 yang menunjukkan kinerja positif. Perusahaan membukukan penjualan neto sebesar Rp 1 triliun, melampaui raihan periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat Rp 662,37 miliar. Pertumbuhan ini mencapai lebih dari 51%.

Kenaikan penjualan neto turut mendongkrak laba bruto perusahaan. Beban pokok penjualan meningkat menjadi Rp 382,91 miliar dari Rp 254,11 miliar, namun laba bruto tetap tumbuh signifikan menjadi Rp 622,01 miliar, dibandingkan Rp 409,26 miliar pada semester I-2025.

Meskipun tergerus oleh total beban operasional sebesar Rp 539,8 miliar, laba operasional FORE tercatat Rp 82,2 miliar. Angka ini lebih tinggi dibandingkan Rp 45,64 miliar pada enam bulan pertama tahun 2025.

Perusahaan mencatat laba periode berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 56,48 miliar. Angka ini mengalami peningkatan dari Rp 42,03 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya, menandakan pertumbuhan laba bersih sekitar 34%.

Hingga 30 Juni 2025, posisi keuangan FORE menunjukkan kas dan bank senilai Rp 263,96 miliar, dengan total aset mencapai Rp 1,25 triliun. Liabilitas tercatat Rp 521,68 miliar, dan ekuitas sebesar Rp 737,69 miliar.

Pada perdagangan sesi I Senin (20/7/2026), saham FORE diperdagangkan naik 0,82% ke level Rp 615. Sebanyak 40 juta saham ditransaksikan dalam 7.369 kali frekuensi, dengan nilai transaksi mencapai Rp 25,57 miliar.