Detak.news — PT PP Tbk (PTPP), salah satu emiten BUMN Karya, berhasil mencatatkan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp193,46 miliar pada semester I-2026. Angka ini menunjukkan pertumbuhan signifikan sebesar 196,5% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang hanya Rp65,24 miliar.
Peningkatan laba ini tercermin kuat pada kuartal II-2026, di mana laba bersih melonjak 183,3% secara kuartalan menjadi Rp142,99 miliar. Sebelumnya, perseroan sempat mengalami penurunan laba dari Rp59,38 miliar pada kuartal I-2025 menjadi Rp50,46 miliar pada kuartal I-2026.
Meskipun laba bersih mengalami kenaikan, pendapatan usaha PTPP pada semester I-2026 tercatat mengalami koreksi menjadi Rp5,95 triliun, turun dari Rp6,70 triliun pada semester I-2025. Beban pokok pendapatan juga mengalami penurunan paralel, menjadi Rp5,19 triliun dari Rp5,78 triliun pada periode yang sama tahun lalu.
Akibatnya, laba kotor PTPP sepanjang Januari-Juni 2026 adalah Rp760,76 miliar, lebih rendah dibandingkan Rp922,13 miliar pada semester I-2025. Laba tahun berjalan setelah dikurangi beban usaha, pajak, dan lain-lain menyisakan Rp17,36 miliar, anjlok dari Rp51,26 miliar di periode sebelumnya. Hal ini seiring dengan membengkaknya rugi yang diatribusikan kepada kepentingan non-pengendali dari Rp13,98 miliar menjadi Rp176 miliar.
Dari sisi neraca, total aset PTPP pada semester I-2026 mencapai Rp43,36 triliun, naik tipis dari Rp42,98 triliun pada semester I-2025. Aset ini terbagi atas aset lancar Rp20,40 triliun dan aset tidak lancar Rp22,95 triliun.
Jumlah liabilitas PTPP tercatat Rp38,98 triliun pada semester I-2026, sedikit meningkat dari Rp38,67 triliun di semester I-2025. Ekuitas perseroan naik menjadi Rp4,37 triliun, terdiri dari ekuitas neto pemilik entitas induk Rp3,39 triliun dan kepentingan non-pengendali Rp976 miliar.
Berdasarkan perhitungan Investor Daily, Return on Equity (ROE) PTPP pada akhir Juni 2026 diperkirakan sekitar 5,7%, belum mencapai target 10%. Ini berarti setiap Rp100 modal pemegang saham hanya menghasilkan laba sekitar Rp5,70 selama paruh pertama tahun ini. Perhitungan ini bersifat indikatif karena menggunakan ekuitas akhir periode.
Sementara itu, Return on Asset (ROA) PTPP secara indikatif berada di kisaran 0,04% atau di bawah 1%. Angka ini dihitung dari laba tahun berjalan Rp17,36 miliar terhadap total aset Rp43,36 triliun, menunjukkan kemampuan perseroan dalam mencetak laba dari aset yang dikelolanya masih relatif rendah.
Ikuti Detak.news
