— Microsoft resmi mengumumkan perubahan besar pada sistem autentikasi akun perusahaan dengan menjadikan passkey sebagai metode masuk utama untuk layanan Microsoft Entra ID. Kebijakan baru ini menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam meningkatkan keamanan digital sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap kode verifikasi melalui SMS maupun panggilan suara yang selama ini masih banyak digunakan.

Langkah tersebut diambil seiring meningkatnya ancaman serangan siber berbasis phishing yang kini semakin sulit dikenali. Kehadiran teknologi kecerdasan buatan (AI) membuat pelaku kejahatan siber mampu membuat email, halaman login palsu, hingga pesan rekayasa sosial yang terlihat semakin meyakinkan.

Alih-alih memperkuat sistem autentikasi berbasis SMS, Microsoft memilih mengubah pendekatan dengan mendorong penggunaan teknologi yang sejak awal dirancang agar lebih tahan terhadap pencurian kredensial.

Perubahan ini diperkirakan akan menjadi salah satu transformasi terbesar pada sistem keamanan identitas digital perusahaan dalam beberapa tahun terakhir.

Microsoft Mulai Terapkan Passkey untuk Pengguna Entra ID

Microsoft menjelaskan bahwa mulai 1 September 2026, pengguna Microsoft Entra ID akan diarahkan untuk mendaftarkan passkey ketika melakukan proses autentikasi multifaktor.

Selanjutnya, perusahaan juga berencana menghentikan layanan autentikasi berbasis SMS dan panggilan suara bawaan mulai 1 Februari sebagai bagian dari proses migrasi menuju sistem keamanan baru.

Microsoft menilai metode autentikasi tradisional semakin rentan dimanfaatkan oleh pelaku phishing. Kode verifikasi yang dikirim melalui SMS masih dapat dicuri apabila pengguna tanpa sadar memasukkannya ke halaman login palsu.

Dengan beralih ke passkey, Microsoft berharap risiko tersebut dapat ditekan secara signifikan.

Cara Kerja Passkey Berbeda dari Kata Sandi

Passkey bekerja menggunakan teknologi kriptografi kunci publik yang berbeda dengan sistem login berbasis kata sandi maupun kode sekali pakai.

Pada sistem tradisional, pengguna dan layanan sama-sama bergantung pada informasi rahasia berupa password. Ketika informasi tersebut berhasil diketahui pihak lain, akun berpotensi diambil alih.

Passkey menghilangkan konsep berbagi informasi rahasia tersebut.

Teknologi ini menggunakan dua pasang kunci digital. Salah satunya tersimpan secara aman di perangkat pengguna, sementara pasangan lainnya berada pada server layanan yang digunakan untuk proses verifikasi identitas.

Ketika pengguna ingin masuk ke akun, proses autentikasi dilakukan menggunakan sidik jari, pemindai wajah, PIN perangkat, maupun autentikator lain yang kompatibel.

Karena tidak ada kata sandi maupun kode yang perlu diketikkan, peluang pencurian kredensial melalui situs palsu menjadi jauh lebih kecil.

Mengapa SMS Dinilai Tidak Lagi Cukup Aman?

Selama bertahun-tahun, autentikasi dua faktor melalui SMS dianggap mampu meningkatkan keamanan akun.

Namun perkembangan teknik serangan siber menunjukkan bahwa metode tersebut masih memiliki sejumlah kelemahan.

Pelaku phishing dapat membuat halaman login yang sangat menyerupai situs resmi sehingga korban tanpa sadar memasukkan username, password, hingga kode OTP yang baru diterima.

Selain itu, terdapat pula berbagai teknik lain yang menargetkan nomor telepon pengguna sehingga kode autentikasi dapat disalahgunakan.

Microsoft menilai pendekatan tersebut tidak lagi memadai menghadapi ancaman keamanan digital yang terus berkembang.

Ancaman AI Membuat Phishing Semakin Sulit Dikenali

Kemajuan teknologi AI generatif menjadi salah satu alasan utama Microsoft mempercepat adopsi passkey.

Saat ini pelaku kejahatan siber mampu memanfaatkan AI untuk membuat email dengan tata bahasa yang lebih baik, menerjemahkan pesan ke berbagai bahasa, bahkan meniru gaya komunikasi sebuah perusahaan.

Hal tersebut membuat upaya rekayasa sosial menjadi jauh lebih meyakinkan dibandingkan beberapa tahun sebelumnya.

Dalam kondisi seperti ini, edukasi kepada pengguna memang tetap penting. Namun Microsoft menilai sistem keamanan juga harus dirancang agar tidak bergantung sepenuhnya pada kemampuan pengguna mengenali upaya penipuan.

Passkey menjadi salah satu solusi karena proses autentikasi hanya dapat dilakukan pada layanan yang benar sehingga situs phishing tidak bisa meminta pengguna memasukkan kredensial seperti password maupun kode OTP.

Perusahaan Perlu Bersiap Melakukan Transisi

Bagi organisasi yang menggunakan Microsoft Entra ID, perubahan ini membutuhkan sejumlah persiapan.

Perusahaan perlu memastikan perangkat kerja karyawan mendukung penggunaan passkey, termasuk sistem autentikasi biometrik maupun metode keamanan lain yang kompatibel.

Selain itu, organisasi juga harus menyiapkan mekanisme pemulihan akun apabila perangkat hilang, rusak, atau diganti.

Meski membutuhkan penyesuaian, Microsoft menilai manfaat keamanan jangka panjang jauh lebih besar dibandingkan mempertahankan metode autentikasi lama.

Di saat yang sama, Microsoft juga terus mengembangkan berbagai fitur keamanan lain melalui Defender dan layanan keamanan identitas untuk mendeteksi aktivitas mencurigakan pada akun perusahaan maupun aplikasi yang terhubung.

Dengan semakin banyak organisasi yang mulai mengadopsi passkey, Microsoft optimistis era login menggunakan kata sandi dan kode SMS secara perlahan akan berakhir. Perubahan tersebut tidak hanya memberikan pengalaman login yang lebih praktis, tetapi juga menghadirkan lapisan perlindungan yang lebih kuat terhadap ancaman phishing berbasis AI yang terus berkembang di lingkungan digital modern.