Detak.news — Nellava Group kembali memperluas jangkauan bisnisnya di sektor logam mulia dengan membuka gerai ketiga Nellava Bullion di kawasan Kemang, Jakarta Selatan. Gerai baru ini menjadi pelengkap setelah sebelumnya beroperasi di Bali dan Surabaya, dan diproyeksikan mampu membukukan omzet sebesar Rp8 hingga Rp10 miliar setiap bulannya.
Marketing Director Nellava Group, Alif Fauzan, menjelaskan bahwa pembukaan gerai di ibu kota merupakan langkah strategis perusahaan untuk memperkuat penetrasi pasar emas dan perak batangan. Keputusan ini diambil mengingat Jakarta selama ini menjadi basis utama bagi sebagian besar pelanggan Nellava.
Berdasarkan catatan Nellava, terdapat sekitar 10.000 pembeli setia, di mana kurang lebih 50% di antaranya berasal dari wilayah Jakarta. Sisa pelanggan lainnya tersebar di berbagai kota besar di Indonesia, seperti Medan, Palembang, dan Makassar.
“Target omzet gerai Kemang ini kami tetapkan sekitar Rp8 miliar hingga Rp10 miliar per bulan. Angka ini kurang lebih sama dengan capaian gerai kami di Surabaya, yang menjadi salah satu pertimbangan penting kami untuk melanjutkan ekspansi jaringan fisik ke Jakarta,” ungkap Alif dalam keterangannya di Jakarta pada akhir pekan lalu.
Gerai yang berlokasi di Jalan Kemang Raya Nomor 83F ini menyediakan pilihan emas batangan mulai dari ukuran satu gram, serta perak investasi mulai dari 25 gram. Konsumen dapat melakukan pembelian secara langsung di gerai maupun melalui situs web resmi perusahaan.
Dalam strategi pengembangan produknya, Nellava tidak hanya berfokus pada emas batangan. Perusahaan juga actively membidik pasar perak yang dinilai memiliki potensi pertumbuhan signifikan, terutama karena harga awalnya yang lebih terjangkau dibandingkan emas.
Menurut Alif, produk perak saat ini menyumbang sekitar 70% dari total penjualan Nellava Bullion, menjadikannya salah satu pilar utama penopang bisnis perusahaan. “Perak menjadi alternatif investasi logam mulia selain emas. Porsi penjualan perak di Nellava mencapai sekitar 70%,” tambahnya.
Andalkan Harga Pasar Global untuk Transparansi
Untuk memastikan transparansi dalam setiap transaksi, Nellava mengimplementasikan sistem harga langsung atau live price yang selalu mengacu pada pergerakan pasar internasional. Harga emas dan perak dalam sistem perusahaan diperbarui secara berkala setiap 30 detik.
Mekanisme ini memungkinkan konsumen untuk memantau setiap perubahan harga sebelum memutuskan untuk membeli atau menjual kembali produk mereka. Harga transaksi akan dikunci sesuai dengan posisi pasar pada saat pesanan dikonfirmasi.
Perusahaan menerapkan sistem pembelian jual putus atau outright purchase. Produk fisik kemudian akan dipenuhi melalui mekanisme pre-order dengan estimasi waktu pengiriman sekitar 28 hari.
Alif menjelaskan bahwa Nellava berupaya keras untuk menjaga selisih harga antara pembelian dan pembelian kembali atau buyback tetap kompetitif. Nellava mengklaim margin transaksi berada di bawah 1%, meskipun angka ini dapat berfluktuasi mengikuti pergerakan harga pasar dan program promosi yang sedang berjalan.
Setiap produk emas yang dipasarkan memiliki kadar kemurnian 999,9 atau 99,99%, sementara produk perak memiliki kadar 999 atau 99,9%. Seluruh produk dilengkapi dengan teknologi NFC, kode QR, sertifikat identifikasi, dan hasil pengujian menggunakan mesin X-ray fluorescence (XRF). Teknologi ini berfungsi untuk memeriksa identitas, kemurnian, dan keaslian produk, sekaligus memperkuat kepercayaan konsumen di tengah maraknya merek logam mulia di pasar.
Perluas Distribusi ke Daerah Melalui Kemitraan
Selain mengembangkan gerai fisik dan kanal penjualan daring, Nellava juga mengimplementasikan program kemitraan dengan konsep satu distributor untuk setiap provinsi. Melalui skema ini, setiap mitra akan mendapatkan wilayah distribusi tertentu dan pasokan produk langsung dari perusahaan.
Strategi ini dirancang untuk memperluas jangkauan pasar secara efektif tanpa harus sepenuhnya bergantung pada pembukaan gerai milik perusahaan sendiri. “Kami menggunakan konsep one province, one distributor. Mitra yang memegang suatu provinsi akan memperoleh pasokan barang dari Nellava untuk wilayah tersebut,” jelas Alif.
Dari sisi pasokan, perusahaan memastikan bahwa bahan baku logam mulia yang digunakan berasal dari sumber yang legal, melalui proses daur ulang dan pemurnian, serta jaringan distributor lokal. Nellava menegaskan komitmennya untuk tidak menggunakan bahan yang berasal dari pertambangan ilegal.
Setelah fokus memperkuat pasar domestik, Nellava memiliki rencana ambisius untuk membuka cabang pertamanya di Malaysia. Namun, perusahaan belum merinci jadwal pasti maupun nilai investasi yang akan disiapkan untuk ekspansi internasional tersebut.
Dalam upaya memperluas pengenalan merek dan meningkatkan penetrasi pasar, Nellava juga menggandeng aktris Kirana Larasati sebagai brand ambassador. Kirana Larasati menilai emas batangan masih relevan sebagai aset penyimpan nilai di tengah ketidakpastian ekonomi global, namun ia menekankan pentingnya penempatan investasi ini dalam jangka panjang. “Emas bukan untuk daily trading. Orientasinya adalah membeli, menyimpan selama beberapa tahun, kemudian menjualnya ketika diperlukan,” ungkapnya.
Ikuti Detak.news
