— JAKARTA – PT Brigit Biofarmaka Teknologi Tbk (Perseroan) berencana menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada Selasa, 11 Agustus 2026. Rapat ini akan dilaksanakan secara daring (online) dan berlokasi di Suhoharjo.

Agenda utama RUPSLB perusahaan dengan kode saham OBAT ini adalah untuk meminta persetujuan pemegang saham terkait penyesuaian Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) Perseroan. Penyesuaian ini dilakukan agar KBLI perusahaan selaras dengan ketentuan klasifikasi usaha terbaru yang berlaku.

“Mata acara ini diajukan untuk memperoleh persetujuan Pemegang Saham atas penyesuaian Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) Perseroan agar selaras dengan ketentuan dan klasifikasi usaha yang berlaku berdasarkan KBLI terbaru. Penyesuaian tersebut dilakukan dalam rangka memastikan kesesuaian data kegiatan usaha Perseroan dengan perkembangan regulasi, sistem perizinan berusaha berbasis risiko, serta ketentuan administrasi perusahaan yang berlaku,” demikian bunyi siaran pers yang diterima, Selasa (21/07/2026).

Disebutkan pula bahwa pemanggilan RUPSLB ini merupakan undangan resmi dan Perseroan tidak akan mengirimkan surat undangan terpisah kepada para pemegang saham.

Sebelumnya, pada RUPS yang digelar pada Mei lalu, OBAT memutuskan untuk membagikan dividen tunai sebesar Rp 5,13 miliar kepada para pemegang saham. Keputusan ini diambil meskipun perusahaan tengah gencar menjalankan ekspansi bisnis.

Pembagian dividen tersebut ditetapkan sebesar 20% dari laba bersih tahun buku 2025. Dengan total saham beredar sebanyak 680,37 juta lembar, nilai dividen per saham tercatat sebesar Rp 7,548.

Direktur Utama Brigit Biofarmaka Teknologi (OBAT), Is Heriyanto, menyatakan bahwa strategi ekspansi dan penguatan pangsa pasar merupakan fondasi krusial untuk mendorong pertumbuhan jangka panjang perseroan.

“Strategi ekspansi dan penguatan market share yang dilakukan saat ini merupakan fondasi penting untuk mendorong pertumbuhan jangka panjang dan meningkatkan nilai perseroan di masa mendatang,” ujar Is Heriyanto.