Detak.news — JAKARTA – PT Nusa Palapa Gemilang Tbk (NPGF) melaporkan kinerja keuangan yang positif untuk periode semester I-2026. Perusahaan yang bergerak di industri pupuk sejak tahun 2001 ini mencatat lonjakan omzet yang signifikan.
Pada perdagangan Jumat (17/7/2026), saham NPGF berada di level Rp 57. Secara valuasi, rasio price to book value (PBV) NPGF tercatat 0,77 kali. Nilai buku per saham emiten ini berada di kisaran Rp 74,42.
Kinerja Penjualan Semester I-2026
Sepanjang enam bulan pertama tahun 2026, NPGF membukukan penjualan atau omzet sebesar Rp 155,91 miliar. Angka ini melonjak 117,85% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang hanya mencapai Rp 71,56 miliar.
Kontributor utama kenaikan penjualan adalah produk NPK Granul, yang mencatat nilai Rp 151,74 miliar, melesat dari Rp 55,92 miliar pada semester I-2025.
Laba Bruto dan Laba Bersih Meningkat
Seiring dengan peningkatan penjualan, beban pokok penjualan perseroan juga mengalami kenaikan menjadi Rp 120,28 miliar dari Rp 52,82 miliar. Namun, hal ini berhasil mendongkrak laba bruto menjadi Rp 35,62 miliar, naik dari Rp 18,74 miliar pada semester I-2025.
Laba bersih yang diraih Nusa Palapa Gemilang pada semester I-2026 adalah Rp 2,11 miliar, meningkat dari Rp 1,42 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Laba per saham juga mengalami kenaikan dari Rp 0,47 menjadi Rp 0,65.
Posisi Liabilitas
Per 30 Juni 2026, total liabilitas PT Nusa Palapa Gemilang Tbk tercatat sebesar Rp 202,22 miliar. Angka ini mengalami kenaikan 58,5% dari total liabilitas per 31 Desember 2025 yang sebesar Rp 127,55 miliar.
Manajemen menjelaskan bahwa kenaikan liabilitas ini disebabkan oleh penambahan fasilitas pinjaman bank jangka pendek dari PT Bank Sinarmas Tbk di tahun 2026. Nilai plafond pinjaman tersebut menjadi Rp 213,02 miliar dengan nilai outstanding sebesar Rp 183,64 miliar.
Ikuti Detak.news
