— Gubernur DKI Jakarta meninjau langsung kondisi bangunan SDN Kebayoran Lama Selatan 09 yang telah roboh dan terbengkalai selama sekitar dua tahun. Peninjauan ini dilakukan bersama dengan DPRD DKI Jakarta pada Jumat (24/7/2026).

Gubernur beserta rombongan tampak melihat satu per satu kondisi ruangan sekolah yang roboh tersebut. Bangunan sekolah yang terakhir direnovasi pada tahun 2011 ini dinilai sudah sangat memprihatinkan. Kerusakan terlihat pada sejumlah bagian bangunan, termasuk kerangka yang mengalami korosi.

Menyikapi kondisi tersebut, Pemprov DKI Jakarta memutuskan untuk membangun ulang sekolah tersebut dengan mengalokasikan anggaran sebesar Rp 48,1 miliar. “Di beberapa tempat tadi kita lihat dengan gampang,” kata Gubernur saat meninjau lokasi, Jumat (24/7/2026).

Gubernur menjelaskan, awalnya terdapat 22 sekolah yang direncanakan untuk direnovasi pada tahun 2026. Namun, akibat pemotongan Dana Bagi Hasil (DBH) dan kebijakan efisiensi anggaran, hanya tujuh sekolah yang sudah dialokasikan anggaran pembangunannya.

“Sehingga dari 22 itu hanya tujuh yang kemudian sudah akan segera dilakukan pembangunan,” jelasnya.

Setelah melihat kondisi SDN 09 Kebayoran Lama, Gubernur memutuskan untuk menambah empat sekolah sebagai prioritas pembangunan tahun ini. Keempatnya adalah SDN Kebayoran Lama Selatan 09 dengan anggaran Rp 48,1 miliar, SMAN 102 Jakarta Rp 67,5 miliar, SDN Cempaka Putih Barat 03 Rp 48,4 miliar, serta SDN Papanggo 01 dan TKN Papanggo 01 Rp 74,1 miliar. Total anggaran untuk keempat proyek tersebut mencapai sekitar Rp 249 miliar.

Gubernur menargetkan pembangunan kembali SDN 09 Kebayoran Lama dimulai paling lambat September 2026 dan diperkirakan rampung dalam waktu sekitar 10 bulan.

Ia juga mengakui baru mengetahui kondisi sekolah tersebut setelah ramai diberitakan dan viral di media sosial. Gubernur menyampaikan permintaan maaf sekaligus memastikan Pemprov DKI bergerak cepat setelah menerima informasi tersebut.

Untuk mencegah kejadian serupa terulang, Gubernur akan membentuk tim investigasi dan inventarisasi untuk mengecek kondisi bangunan sekolah di seluruh Jakarta. Pengawasan pembangunan juga akan melibatkan Dinas Cipta Karya, Tata Ruang dan Pertanahan (Citata), serta Dinas Bina Marga, sehingga tidak sepenuhnya dibebankan kepada Dinas Pendidikan.

“Karena saya tidak mau ini terulang kembali, maka akan ada tim pengawas dan tim inventarisasi supaya tidak terjadi kembali seperti yang sekarang ini terjadi,” tegasnya.

Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Rany Mauliani, menyatakan bahwa SDN 09 Kebayoran Lama sebenarnya telah masuk dalam daftar 22 sekolah yang direncanakan direnovasi pada 2026. Namun, sekolah tersebut berada di urutan kedelapan sehingga belum menjadi prioritas awal pembangunan.

“Tapi ternyata sudah keburu viral,” kata Rany.

Ketua Komisi E DPRD DKI Jakarta M. Subki mendorong Dinas Pendidikan segera melakukan inventarisasi menyeluruh terhadap seluruh sekolah di Jakarta. Pendataan ini harus memetakan sekolah berdasarkan tingkat kerusakan, mulai dari rusak ringan hingga rusak berat.

“Kita ingin semua dipastikan terdata dengan baik sehingga perencanaan itu kemudian bisa dilakukan secara proper. Sehingga tidak ada lagi sekolah roboh dan seterusnya,” ujar Subki.

Sementara itu, Evy, salah satu orang tua murid SDN 09 Kebayoran Lama, mengaku bersyukur setelah Pemprov DKI memastikan pembangunan kembali sekolah tersebut. Ia mengatakan para orang tua telah menunggu selama sekitar dua tahun untuk melihat sekolah anak-anak mereka kembali dibangun.

“Untuk sekolah roboh ini sudah dua tahun. Harapan kami sangat-sangat bersyukur, Alhamdulillah, bahagia, sudah enggak bisa diungkapkan dengan kata-kata,” ujar Evy.