Detak.news — JAKARTA – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus memacu penanganan permanen terhadap 47 jembatan yang terdampak bencana di wilayah Aceh, Sumatra Utara (Sumut), dan Sumatra Barat (Sumbar). Proyek rehabilitasi dan rekonstruksi ini mencakup total panjang 3.932,1 meter.
Langkah ini diambil setelah akses darurat di daerah terdampak berhasil difungsikan. Sebelumnya, 48 jembatan darurat dengan panjang 1.876,3 meter telah dibangun untuk menjaga konektivitas dan mobilitas masyarakat selama masa pemulihan.
Menteri PU Dody Hanggodo menjelaskan bahwa pemulihan jembatan pascabencana dilakukan secara bertahap. Setelah akses darurat dipastikan berfungsi untuk menghubungkan masyarakat, kementerian melanjutkan dengan rehabilitasi dan rekonstruksi permanen. Tujuannya adalah mengembalikan fungsi infrastruktur secara optimal dan berkelanjutan.
“Yang kita kejar bukan hanya konektivitas kembali tersambung, tetapi juga memastikan infrastruktur yang dibangun kembali dapat memberikan pelayanan yang aman dan andal bagi masyarakat,” ujar Menteri Dody dalam keterangan rilisnya di Jakarta, Senin (27/7/2026).
Data per 25 Juli 2026 menunjukkan seluruh 47 jembatan yang ditangani secara darurat kini telah fungsional. Rinciannya, 25 titik berada di Aceh (terdiri dari 14 jembatan nasional dan 11 jembatan daerah), 13 titik di Sumut (9 jembatan nasional dan 4 jembatan daerah), serta 10 titik di Sumbar (7 jembatan nasional dan 3 jembatan daerah).
“Penanganan dilakukan sesuai kebutuhan di lapangan, antara lain melalui pemasangan jembatan Bailey dan box culvert, penanganan oprit, perkuatan struktur, serta pembersihan material dan alur sungai,” jelasnya.
Bersamaan dengan fungsionalnya akses darurat, Kementerian PU melanjutkan rehabilitasi dan rekonstruksi permanen pada 47 jembatan tersebut. Progres rata-rata pekerjaan ini mencapai 34,38%. Penanganan permanen meliputi 30 jembatan di Aceh (21 jembatan nasional dan 9 jembatan daerah), 8 jembatan di Sumut (seluruhnya jembatan nasional), serta 9 jembatan di Sumbar (4 jembatan nasional dan 5 jembatan daerah).
Beberapa pekerjaan menunjukkan kemajuan yang signifikan. Di Aceh, Jembatan Lawe Mengkudu I dan Ulee Langa telah mencapai progres lebih dari 90%. Sementara di Sumbar, empat jembatan yaitu Marga Yasa A, Marga Yasa B, Sungai Indarung, dan Batang Lolo telah rampung 100%. Penanganan jembatan lainnya terus dilaksanakan secara bertahap sesuai dengan kesiapan setiap lokasi.
Kementerian PU berkomitmen untuk terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan terkait. Upaya percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur pascabencana di Sumatra ini diharapkan dapat memperkuat konektivitas antarwilayah, mendukung kelancaran distribusi logistik, mobilitas masyarakat, serta mendorong pemulihan aktivitas sosial dan ekonomi di wilayah terdampak.
Ikuti Detak.news

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.