— Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi berpelensi menguat pada perdagangan Selasa, 28 Juli 2026. Penguatan ini diperkirakan didorong oleh sentimen positif dari bursa Wall Street dan kenaikan harga beberapa komoditas mineral logam.

Analis CGS International Sekuritas Indonesia memperkirakan IHSG akan bergerak bervariasi cenderung menguat. Kisaran support berada di level 6.125-6.065, sementara resist dipatok pada 6.245-6.310. Namun, berlanjutnya aksi jual oleh investor asing berpotensi menjadi sentimen negatif yang perlu diwaspadai.

Perdagangan di bursa Wall Street pada awal pekan ditutup bervariasi, dengan mayoritas indeks menguat tipis. Pelemahan harga minyak mentah dan meredanya aksi jual terhadap saham produsen chip menjadi faktor pendorong minoritas penguatan tersebut.

Harga minyak mentah tercatat terkoreksi cukup dalam. WTI turun 7,5% ke level US$ 82,61 per barel, sementara Brent terkoreksi 8,7% menjadi US$ 88,36 per barel. Penurunan ini dipicu oleh jeda aksi saling serang antara Amerika Serikat dan Iran.

Sementara itu, saham produsen semikonduktor masih membukukan pelemahan meskipun sempat menguat dari level terendah harian. AMD dan Teradyne masing-masing melemah 5,17% dan 4,33%, sedangkan Micron Technology turun 2,25%. Kondisi ini membuat The VanEck Semikonduktor ETF kembali ditutup di teritori negatif dengan penurunan 2,25%.

Untuk perdagangan Selasa, CGS International Sekuritas Indonesia merekomendasikan enam saham yang patut dilirik untuk strategi trading. Saham-saham tersebut adalah BBCA, BBTN, CMRY, AALI, TAPG, dan AADI.