— Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menjadi salah satu emiten yang direkomendasikan untuk diperdagangkan pada perdagangan Selasa (28/7/2026). KB Valbury Sekuritas memberikan pandangan untuk mengoptimalkan potensi keuntungan (cuan) bagi investor yang ingin melakukan trading saham BBCA.

KB Valbury Sekuritas menyarankan investor untuk melakukan pembelian saat harga saham BBCA mengalami pelemahan atau dikenal dengan istilah buy on weakness. Rentang harga yang disarankan untuk masuk atau entry price adalah di kisaran Rp 6.175 hingga Rp 6.300. Untuk perdagangan harian atau trading, target harga yang dipatok adalah Rp 6.500.

Secara teknikal, level resistance atau batas atas pergerakan harga saham BBCA berada di Rp 6.500, sementara level support atau batas bawahnya adalah Rp 6.175. KB Valbury Sekuritas mengingatkan agar investor waspada apabila harga menembus level Rp 6.175 dan menyarankan untuk melakukan stop loss di Rp 5.850.

Pada penutupan perdagangan Senin (27/7/2026), saham BBCA tercatat menguat 0,4% ke level Rp 6.300. Dalam sepekan terakhir, saham BBCA mengalami koreksi sebesar 2,7%, namun dalam sebulan terakhir tercatat terangkat 2%. Untuk periode year to date (ytd), saham BBCA mengalami penurunan sebesar 21,9%.

KB Valbury Sekuritas mempertahankan rekomendasi beli untuk saham BBCA dengan target harga jangka panjang mencapai Rp 9.480. Rekomendasi ini didasarkan pada valuasi menggunakan metode Gordon Growth Model (GGM). Target harga tersebut setara dengan estimasi price to book value (P/B) tahun 2026 sebesar 3,8 kali.

Saat ini, saham BBCA diperdagangkan pada valuasi P/B tahun 2026 sebesar 2,5 kali, yang dinilai jauh di bawah rata-rata historisnya. Valuasi saham BBCA bahkan berada di bawah level minus dua standar deviasi (-2SD), mengindikasikan bahwa valuasi saham ini relatif murah jika dibandingkan dengan sejarah perdagangan saham BBCA selama ini.

Di sisi lain, Kiwoom Sekuritas juga mempertahankan rekomendasi beli untuk saham BBCA. Penilaian saham ini menggunakan pendekatan valuasi gabungan yang mengombinasikan metode price to book value (P/BV) dan dividend discount model (DDM).

Berdasarkan pendekatan tersebut, Kiwoom Sekuritas menetapkan target harga saham BBCA untuk 12 bulan ke depan sebesar Rp 8.075. Target harga ini mencerminkan proyeksi P/BV tahun 2026 sebesar 3,3 kali, yang sedikit lebih rendah dibandingkan P/BV tiga tahun terakhir yang mencapai 3,4 kali.

Adapun risiko utama yang perlu diwaspadai adalah jika tekanan pada Net Interest Margin (NIM) berlangsung lebih lama, pertumbuhan kredit lebih lemah dari perkiraan, serta kondisi ekonomi makro yang kurang mendukung.