— PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) atau PGN diprediksi memiliki prospek cerah seiring dengan peningkatan permintaan gas di dalam negeri. Analis memperkirakan saham PGAS berpotensi memberikan keuntungan hingga lebih dari 40%.

Kekuatan PGN didukung oleh infrastruktur jaringan pipa yang membentang lebih dari 33.500 kilometer. Selain itu, perusahaan juga memiliki proyek gas metana batu bara (CBM) Tanjung Enim dengan potensi sumber daya 9,7 trillion cubic feet (TCF) dan proyek jaringan pipa Cirebon-Semarang Tahap II (Cisem II) sepanjang 242 kilometer.

Pengembangan proyek-proyek ini diperkirakan akan meningkatkan pasokan gas, mengoptimalkan pemanfaatan infrastruktur, dan mendorong pertumbuhan pendapatan PGN dari bisnis transmisi gas. Demikian disampaikan analis MNC Sekuritas, Christian Sitorus, dalam risetnya.

MNC Sekuritas memproyeksikan laba bersih PGAS akan tetap solid pada tahun 2026 dan 2027. Laba bersih diprediksi mencapai US$ 364 juta pada 2026, dan meningkat menjadi US$ 391 juta pada 2027. Proyeksi ini ditopang oleh peningkatan volume penjualan serta tidak berulangnya beban penurunan nilai aset South Sesulu yang sebelumnya mencapai US$ 96 juta.

Pendapatan PGN diprediksi mencapai US$ 4,1 miliar pada 2026 dan US$ 4,3 miliar pada 2027, mencerminkan pertumbuhan tahunan masing-masing sebesar 2,5% dan 5% (year on year/yoy). Sementara itu, volume perdagangan gas diproyeksikan mencapai 839 million British thermal units per day (BBTUD) pada 2026 dan 842 BBTUD pada 2027.

Potensi Cuan Saham PGAS Lebih dari 40%

Dukungan kebijakan pemerintah turut berkontribusi pada pertumbuhan permintaan gas domestik. Kebijakan Harga Gas Bumi Tertentu (HGBT) untuk industri tertentu masih dibatasi pada kisaran US$ 6,5-7 per million British thermal units (MMBTU). Sementara itu, harga gas alam cair (LNG) di luar skema HGBT akan diturunkan menjadi US$ 13 per MMBTU dari sebelumnya US$ 20,6 per MMBTU.

MNC Sekuritas mempertahankan rekomendasi ‘buy’ untuk saham PGN (PGAS) dengan target harga Rp 2.150. Angka ini mengindikasikan potensi keuntungan atau ‘cuan’ lebih dari 40%, tepatnya 43%.

Saat ini, saham PGAS diperdagangkan dengan price to earnings ratio (PER) sebesar 5,6 kali dan price to book value (PBV) sebesar 0,5 kali untuk proyeksi tahun 2026. Katalis utama yang dapat mendorong saham PGAS antara lain pertumbuhan permintaan gas dari sektor hilir dan masuknya sumber pasokan gas baru.

Namun, investor perlu mencermati risiko utama seperti potensi perubahan kebijakan pemerintah, penurunan produksi gas domestik, serta kemungkinan keterlambatan penyelesaian proyek.