Detak.news — JAKARTA – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Direktorat Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) secara agresif mempromosikan bidang robotika sebagai jalur karier masa depan bagi para lulusan SMK. Perkembangan pesat dalam adopsi teknologi otomatisasi di berbagai sektor industri dinilai telah membuka pintu lebar bagi tenaga kerja muda yang terampil.
Direktur SMK Kemendikdasmen, Arie Wibowo, menekankan bahwa robotika bukan lagi sekadar wacana teknologi masa depan, melainkan sebuah kebutuhan nyata dalam industri teknologi saat ini. “Robotika ini sebenarnya bukan sekadar teknologi masa depan, tetapi telah menjadi bagian dari berbagai sektor industri saat ini. Perkembangannya membuka peluang karier yang sangat luas bagi siswa-siswa kita,” ungkap Arie dalam sebuah webinar bertajuk ‘Menciptakan Masa Depan: Robotika sebagai Peluang Karier bagi Murid SMK’, dikutip Senin (20/7/2026).
Fondasi Kompetensi SMK yang Kuat
Arie optimistis bahwa lulusan SMK memiliki modal yang kuat untuk bersaing di bidang robotika. Fondasi tersebut telah terbentuk melalui berbagai kompetensi keahlian yang diajarkan di SMK, seperti teknik mekatronik, elektronika industri, otomasi industri, permesinan, tenaga listrik, hingga rekayasa perangkat lunak dan teknik komputer (TKJ).
Namun, ia menegaskan bahwa pola pendidikan ke depan harus bersifat lebih integratif. Dunia kerja saat ini menuntut penguasaan lintas bidang ilmu, tidak lagi terkotak-kotak. “Kebutuhan tenaga kerja pun mulai bergeser dari pekerjaan yang manual menuju pekerjaan yang menuntut kemampuan mengoperasikan, memelihara, dan mengembangkan sistem otomatis,” tegasnya.
Robotika Ciptakan Lapangan Kerja Bernilai Tambah
Menjawab kekhawatiran mengenai disrupsi teknologi, Arie memberikan penegasan penting bahwa robotika justru berpotensi menciptakan lapangan kerja baru yang bernilai tambah tinggi. Sektor-sektor seperti manufaktur, logistik, otomotif, hingga pergudangan kini sangat membutuhkan tenaga ahli di bidang integrasi sistem, pemrograman, pemeliharaan robot, analisis data, dan pengembangan solusi berbasis otomasi.
“Robotika bukan lagi sekadar teknologi masa depan, tetapi telah menjadi bagian dari operasional berbagai sektor industri,” tutup Arie, seraya menggarisbawahi urgensi bagi siswa SMK untuk mulai menguasai keterampilan ini sedini mungkin.
Ikuti Detak.news
