Detak.news — JAKARTA – Saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) masih tertahan di level Rp 50 pada perdagangan Jumat (24/7/2026) pekan lalu. Pada hari tersebut, 15,07 juta saham GOTO diperdagangkan dengan frekuensi 1.186 kali dan nilai transaksi mencapai Rp 754,68 juta.
Saham GOTO telah berada di level Rp 50 atau ‘gocap’ sejak 5 Mei 2026. Jika tren ini berlanjut hingga Agustus, saham GOTO berpotensi masuk dalam papan pemantauan khusus full call auction (FCA). Kondisi ini menjadi titik persimpangan krusial bagi saham GOTO.
Bursa Efek Indonesia (BEI) memiliki kriteria untuk papan pemantauan khusus, salah satunya adalah harga rata-rata saham di pasar reguler dan/atau pasar reguler periodic call auction yang kurang dari Rp 51,00 selama tiga bulan terakhir. Namun, BEI juga menekankan bahwa kriteria lain berlaku jika likuiditas rendah, dengan rata-rata harian nilai transaksi kurang dari Rp 5 juta dan volume kurang dari 10.000 saham selama tiga bulan terakhir.
Secara nilai dan volume, saham GOTO diperkirakan masih jauh di atas batas yang ditentukan oleh BEI. Sebagai contoh, pada 13 Juli 2026, nilai transaksi saham GOTO bahkan menembus Rp 13,83 miliar dengan volume 276,64 juta saham. Hal ini menimbulkan pertanyaan apakah GOTO menjadi bidikan BEI untuk masuk papan pemantauan khusus.
Menyikapi situasi ini, PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) berencana mengumumkan kinerja keuangan untuk kuartal kedua tahun 2026 pada 29 Juli 2026. Pengumuman ini akan dilakukan setelah publikasi laporan keuangan konsolidasian untuk periode enam bulan yang berakhir pada 30 Juni 2026, yang disusun sesuai Standar Akuntansi Keuangan yang berlaku di Indonesia.
“Manajemen perseroan akan menyelenggarakan conference call untuk membahas kinerja kuartal kedua tahun 2026 pada tanggal 29 Juli 2026 pukul 19:00 Waktu Indonesia Barat (atau 29 Juli 2026 pukul 08:00 Waktu Amerika Serikat bagian Timur). Paparan ini akan sepenuhnya dilakukan dalam bahasa Inggris,” sebut manajemen GOTO dalam keterangan resmi yang dikutip Kamis (16/7/2026).
Siaran langsung webcast dari conference call beserta materi presentasi akan tersedia di bagian Hubungan Investor situs web Perseroan pada tautan www.gotocompany.com/investor-relations. Rekaman acara juga akan tersedia di situs web GOTO beberapa saat setelah conference call selesai.
Perlu dicatat, pada kuartal I-2026, GoTo berhasil mencatatkan laba bersih untuk pertama kalinya sebesar Rp 171 miliar. Pencapaian ini merupakan hasil dari transformasi bisnis yang telah berlangsung selama bertahun-tahun, dengan fokus pada pelanggan dan disiplin keuangan yang terjaga. EBITDA yang disesuaikan juga naik 131% secara tahunan menjadi Rp 907 miliar, menunjukkan langkah signifikan menuju pedoman EBITDA yang disesuaikan sebesar Rp 3,2-3,4 triliun. Arus kas bebas yang disesuaikan mencapai Rp 1,3 triliun.
Ikuti Detak.news

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.