Detak.news — JAKARTA – PT Wika Tirta Jaya Jatiluhur (WTJJ), penyedia infrastruktur air bersih strategis di Indonesia, telah resmi bergabung dengan United Nations Global Compact Network Indonesia (IGCN). Keanggotaan ini berlaku untuk periode 25 Juni 2026 hingga 25 Juni 2027.
Langkah ini menandai tonggak penting bagi WTJJ dalam mengadopsi standar tata kelola global yang bertanggung jawab dan memperkuat implementasi prinsip keberlanjutan di sektor infrastruktur air nasional. Dengan menjadi bagian dari jaringan global di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), WTJJ memperkuat integrasi prinsip keberlanjutan ke dalam strategi bisnis perusahaan.
Direktur Utama WTJJ, Rendy Ardiansyah, menyatakan bahwa keanggotaan ini adalah bukti nyata komitmen perusahaan terhadap visi keberlanjutan global. “Air bersih merupakan fondasi utama bagi kehidupan dan pembangunan berkelanjutan,” ujar Rendy Ardiansyah dalam keterangan resmi yang diterima pada Senin (20/7/2026). Ia menambahkan, keanggotaan ini juga memperkuat peran strategis WTJJ dalam mendukung penyediaan infrastruktur air yang berkelanjutan di Indonesia.
Sebagai anggota komunitas UN Global Compact, WTJJ akan menyelaraskan seluruh operasionalnya dengan Sepuluh Prinsip Universal. Prinsip-prinsip ini mencakup penghormatan terhadap Hak Asasi Manusia, penerapan standar ketenagakerjaan yang adil, perlindungan lingkungan hidup, serta praktik antikorupsi yang transparan dan akuntabel.
Kontribusi WTJJ dalam upaya mencapai Sustainable Development Goals (SDGs) di Indonesia difokuskan pada tiga tujuan utama. Pertama, SDG 6 (Air Bersih dan Sanitasi Layak) melalui penyediaan dan pengelolaan air bersih yang berkelanjutan. Kedua, SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui pembangunan infrastruktur yang tangguh dan inovasi ramah lingkungan. Ketiga, SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui penguatan kolaborasi lintas sektor untuk menciptakan dampak positif yang lebih luas.
Melalui keanggotaan dalam UN Global Compact, WTJJ bertekad untuk terus memperkuat inovasi dan penerapan praktik keberlanjutan dalam pengelolaan infrastruktur air strategis. “Perseroan meyakini bahwa setiap layanan yang dihadirkan tidak hanya mendukung pertumbuhan ekonomi, tetapi juga berkontribusi dalam menjaga kelestarian lingkungan dan ketersediaan sumber daya air bagi generasi mendatang,” tutupnya.
Ikuti Detak.news
