Detak.news — JAKARTA – Industri perasuransian nasional membuktikan ketangguhannya di tengah dinamika ekonomi sepanjang 2025. Sejumlah perusahaan berhasil mempertahankan bahkan meningkatkan pangsa pasar dan kinerja bisnisnya, sehingga dinobatkan sebagai pemimpin pasar di berbagai segmen industri.
Kajian Lembaga Riset Media Asuransi (LRMA) menunjukkan bahwa perusahaan-perusahaan pemimpin pasar masih mendominasi penghimpunan premi, kontribusi, hingga brokerage fee di berbagai lini usaha perasuransian. Penilaian ini didasarkan pada laporan keuangan 2025 (unaudited) perusahaan asuransi jiwa, asuransi umum, reasuransi, asuransi syariah, serta data statistik Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk pialang asuransi, pialang reasuransi, dan penilai kerugian asuransi.
Di segmen asuransi umum nasional, 10 perusahaan market leaders membukukan premi bruto sebesar Rp 54,55 triliun pada 2025, naik dari Rp 47,27 triliun pada tahun sebelumnya. Pangsa pasar kelompok ini juga meningkat dari 72% menjadi 79,14%. Nilai klaim bruto tercatat naik menjadi Rp 27,14 triliun, dengan market share mencapai 79,35%.
Sementara itu, 10 perusahaan asuransi umum joint venture mencatat premi bruto Rp 25,47 triliun, naik dibandingkan 2024 yang sebesar Rp 23,13 triliun, dengan pangsa pasar meningkat menjadi 77,75%.
Pada kelompok asuransi jiwa joint venture, pendapatan premi dari 10 perusahaan terbesar mencapai Rp 94,82 triliun, sementara pangsa pasar meningkat menjadi 84,89%. Nilai klaim dan manfaat yang dibayarkan juga naik menjadi Rp 30,94 triliun.
Di sisi lain, lima pemimpin pasar asuransi jiwa syariah membukukan kontribusi bruto Rp 7,53 triliun, sedangkan lima pemimpin pasar asuransi umum syariah mencatat kontribusi bruto Rp 1,47 triliun.
Untuk industri reasuransi, empat perusahaan pemimpin pasar berhasil membukukan premi bruto Rp 17,19 triliun pada 2025 dengan pangsa pasar 80,22%, sementara klaim bruto mencapai Rp 9,33 triliun.
Apresiasi Market Leaders
Pelaksana Tugas Direktur PT Media Asuransi Indonesia, S Edi Santosa, menyatakan bahwa perusahaan-perusahaan yang menjadi pemimpin pasar mampu menunjukkan kinerja positif meskipun industri menghadapi tekanan.
“Dalam kondisi perekonomian seperti ini, industri perasuransian tetap mendapat tekanan berat. Namun perusahaan-perusahaan ini membuktikan kinerjanya sehingga menjadi market leader di kategorinya. Mereka merupakan para penentu pergerakan di industri perasuransian,” ujar Edi.
Sebagai bentuk apresiasi atas pencapaian tersebut, Media Asuransi kembali menggelar Insurance Market Leaders Award 2026. Pada penyelenggaraan yang memasuki tahun ke-11 ini, penghargaan diberikan kepada 112 perusahaan. Penerima penghargaan terdiri atas perusahaan asuransi jiwa, asuransi umum, reasuransi, asuransi syariah, pialang asuransi, pialang reasuransi, hingga perusahaan penilai kerugian (adjuster).
Komisaris Utama PT Media Asuransi Indonesia, Handoko Afandy, menambahkan bahwa penghargaan tersebut bukan sekadar bentuk apresiasi atas kinerja bisnis, tetapi juga mencerminkan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap industri perasuransian nasional.
“Penghargaan ini kami selenggarakan sebagai bentuk apresiasi sekaligus pendorong bagi seluruh ekosistem untuk terus meningkatkan kualitas layanan, memperkuat literasi, dan mendorong inklusi perasuransian di Indonesia,” kata Handoko.
Ikuti Detak.news
