— Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami pelemahan pada perdagangan sesi I Rabu (22/7/2026), ditutup turun 24,46 poin atau 0,39% ke level 6.315,55. Indeks bergerak dalam rentang 6.297 hingga 6.394 selama sesi tersebut. Di tengah pelemahan indeks, enam saham justru berhasil mencatat kenaikan signifikan dan mendominasi daftar saham dengan perolehan terbesar (top gainers), bahkan dua di antaranya mencapai batas auto rejection atas (ARA).

Total volume perdagangan sesi I mencapai 28,93 miliar lembar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp 11,23 triliun. Frekuensi perdagangan tercatat sebanyak 1.811.687 transaksi. Dari pergerakan saham, 238 saham menguat, 366 saham melemah, dan 190 saham lainnya stagnan.

Saham-saham dalam indeks LQ45, yang merupakan saham berkapitalisasi pasar besar atau ‘blue chip’, mengalami penurunan sebesar 0,86%.

Mayoritas sektor saham juga menunjukkan tren pelemahan pada sesi I. Sektor transportasi memimpin kejatuhan dengan terkoreksi 1,66%. Diikuti oleh sektor kesehatan yang turun 1,38%, sektor keuangan 0,84%, sektor barang konsumsi non primer 0,66%, dan sektor barang baku 0,49%.

Sementara itu, sektor properti mencatat penguatan sebesar 1,34%, disusul sektor teknologi yang naik 1,19%, sektor barang konsumsi primer 0,4%, dan sektor perindustrian 0,35%.

Pergerakan indeks saham Asia pada sesi I mayoritas menguat. Indeks Shanghai (China) naik 0,25%, Straits Times (Singapura) menguat 0,22%, dan Nikkei (Jepang) naik 0,58%. Namun, indeks Hang Seng (Hong Kong) mengalami koreksi sebesar 0,87%.

Saham Top Gainers

Di tengah kondisi pasar yang fluktuatif, enam saham berhasil membukukan kenaikan harga mulai dari 19% hingga 34%.

Dua saham yang mencapai batas auto rejection atas (ARA) adalah PT Bersama Zatta Jaya Tbk (ZATA) yang melonjak 34% ke level Rp 67, dan PT Multipolar Technology Tbk (MLPT) yang terbang 25% ke Rp 1.625.

Saham top gainers lainnya meliputi PT Widodo Makmur Unggas Tbk (WMUU) yang naik 24% ke Rp 62, PT Alkindo Naratama Tbk (ALDO) meningkat 23,61% ke Rp 890, PT Intermedia Capital Tbk (MDIA) terkerek 19,51% ke Rp 98, dan PT Eratex Djaja Tbk (ERTX) yang menanjak 19,21% ke Rp 180.

Sebaliknya, terdapat dua saham yang anjlok parah hingga menyentuh batas auto rejection bawah (ARB) dan menjadi daftar saham dengan pelemahan terbesar (top losers). Saham tersebut adalah PT Puri Sentul Permai Tbk (KDTN) yang ambrol 14,78% ke Rp 490, dan PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk (TRON) yang jatuh 14,29% ke Rp 114.