— Presiden Prabowo Subianto memberikan apresiasi tinggi terhadap pengembangan aplikasi Rumah Pendidikan. Platform digital ini dinilai menjadi motor penggerak utama dalam transformasi digital sektor pendidikan Indonesia. Aplikasi yang dikembangkan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) ini tidak hanya berhasil memperluas akses pembelajaran digital, tetapi juga mengantarkan Indonesia meraih pengakuan internasional di bidang digitalisasi pemerintahan.

Menurut Presiden Prabowo, pemerintah berkomitmen untuk terus memperkuat transformasi pendidikan melalui digitalisasi pembelajaran dan pemerataan infrastruktur. Tujuannya adalah agar setiap anak Indonesia, di mana pun mereka berada, memiliki kesempatan yang sama untuk mengakses pendidikan berkualitas.

“Bahwa kita punya apps yang dilaksanakan oleh Menteri Dikdasmen, Rumah Pendidikan, portal terintegrasi dengan Interactive Flat Panel yang kita bagikan telah digunakan oleh lebih dari 6,9 juta pengguna. Menyediakan 4.843 sumber belajar gratis dan membantu ratusan ribu guru di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar,” ujar Prabowo dalam siaran pers Kemendikdasmen pada Selasa (21/7/2026).

Presiden juga mengungkapkan kebanggaannya atas pengakuan internasional yang baru saja diterima Indonesia. Negara ini dianugerahi penghargaan tertinggi dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melalui International Telecommunication Union (ITU) pada kategori e-Government. Penghargaan ini menjadi bukti nyata upaya pemerintah dalam mendorong digitalisasi layanan publik, termasuk di sektor pendidikan.

Perluasan Infrastruktur Digital Pendidikan

Penguatan ekosistem pembelajaran digital juga difokuskan pada penyediaan perangkat teknologi di sekolah. Pemerintah telah mendistribusikan satu unit Interactive Flat Panel (IFP) atau papan interaktif digital ke setiap sekolah. Program ini akan terus berlanjut dengan penambahan tiga unit IFP di masing-masing sekolah pada tahun ini.

“Kita sudah membagi Interactive Flat Panel, layar pintar di seluruh sekolah Indonesia, satu per sekolah tahun lalu sudah kita bagikan. Tahun ini kita akan tambah tiga plus per sekolah. Saya harapkan di akhir 2026 akan sudah tersampaikan, terkirim kurang lebih tambahan 700 ribu panel pintar atau smart digital panel di seluruh sekolah Indonesia, akhir Desember 2026 atau semester pertama 2027,” kata Prabowo.

Melalui penguatan aplikasi Rumah Pendidikan yang didukung oleh perangkat pembelajaran digital di sekolah, pemerintah berharap transformasi pendidikan dapat berjalan lebih merata. Pemanfaatan teknologi ini diharapkan mampu menghadirkan layanan pendidikan yang lebih inklusif, meningkatkan kualitas pembelajaran, serta memperluas akses belajar bagi seluruh peserta didik di Indonesia.

Sebagai informasi tambahan, aplikasi Rumah Pendidikan telah mencatatkan sejarah dengan meraih Winner (Juara Pertama) WSIS Prizes 2026 pada kategori e-Government. Penghargaan ini diselenggarakan oleh ITU-PBB dan menjadi pencapaian tertinggi bagi Indonesia setelah penantian selama 14 tahun pada ajang internasional tersebut.