— Investor asing kembali mencatatkan transaksi jual bersih atau net sell dalam jumlah signifikan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis, 23 Juli 2026. Total net sell asing di seluruh pasar pada hari itu mencapai Rp 1,2 triliun. Dengan tambahan ini, akumulasi net sell investor asing sepanjang tahun berjalan kembali bertambah menjadi Rp 77,7 triliun, berdasarkan data yang dirilis BEI.

Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menjadi sasaran jual terbesar investor asing di pasar reguler, dengan nilai net sell mencapai Rp 484,3 miliar. Selain BBCA, saham PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) juga banyak dilego oleh asing dengan net sell sebesar Rp 367,8 miliar. Posisi ketiga saham yang paling banyak dijual asing adalah PT Astra International Tbk (ASII), yang mencatat net sell senilai Rp 130,2 miliar.

Di sisi lain, transaksi beli bersih atau net buy terbanyak oleh investor asing pada hari yang sama terjadi pada saham PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) dengan nilai mencapai Rp 95,7 miliar. Posisi kedua saham yang paling banyak dibeli asing adalah PT Petrosea Tbk (PTRO), dengan net buy asing sebesar Rp 90,4 miliar.

Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada penutupan perdagangan hari ini tercatat melemah. IHSG ditutup turun 19,1 poin atau 0,3% ke level 6.315,3. Dari total saham yang diperdagangkan, sebanyak 343 saham menguat, 309 saham melemah, dan 313 saham lainnya stagnan. Total nilai transaksi di bursa pada hari ini mencapai Rp 23,8 triliun.

Beberapa sektor saham menunjukkan penguatan pada penutupan pasar hari ini. Sektor properti memimpin penguatan dengan kenaikan 3,1%. Sektor barang konsumen primer menguat 1,56%, diikuti sektor energi sebesar 1,52%, dan sektor transportasi sebesar 1,3%. Sektor teknologi naik 0,7%, sektor barang baku 0,2%, dan sektor infrastruktur 0,05%.

Sebaliknya, terjadi pelemahan di beberapa sektor lain. Sektor perindustrian mengalami koreksi paling dalam sebesar 1,3%. Sektor barang konsumen non-primer melemah 1,1%, sektor keuangan turun 0,89%, dan sektor kesehatan terkoreksi 0,1%.