Detak.news — JAKARTA – Sejumlah berita ekonomi menarik perhatian publik pekan ini, mulai dari pergerakan di jajaran direksi emiten baru hingga potensi keuntungan investor. Investor.id merangkum lima berita paling populer hingga Sabtu, 25 Juli 2026.
Direktur RANS Mengundurkan Diri Usai IPO
PT Rans Entertainment Indonesia Tbk (RANS), emiten yang baru saja melantai di bursa, mengumumkan penerimaan surat pengunduran diri dari Grandy Prajayakti sebagai direktur perseroan. Pengunduran diri yang efektif per 22 Juli 2026 ini disampaikan atas alasan pribadi.
Direktur Keuangan RANS, Rumunggu Yokonapita, membenarkan hal tersebut dalam keterbukaan informasi yang dirilis pada Sabtu, 25 Juli 2026.
Antisipasi Dividen dari Laporan Keuangan Semester I-2026 BBCA
Musim laporan keuangan semester I-2026 telah tiba, dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menjadi salah satu emiten yang dinanti laporannya oleh para investor. Jumlah investor saham BBCA terus menunjukkan peningkatan signifikan.
Per akhir Juni 2026, tercatat sebanyak 797.115 pihak yang menggenggam saham emiten bank swasta terbesar di Indonesia ini.
Saham ITMG di Bawah 1 PBV, Analis Prediksi Tembus Rp 34.000
Saham PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) menunjukkan tren positif sepanjang pekan 20-24 Juli 2026. Pada penutupan perdagangan Jumat, 24 Juli 2026, saham ITMG tercatat naik 0,41% ke level Rp 24.500.
Perdagangan saham ITMG pada hari tersebut melibatkan 1,32 juta lembar saham dengan frekuensi 2.397 kali transaksi dan total nilai Rp 32,46 miliar. Investor asing tercatat melakukan aksi beli bersih (net buy) senilai Rp 14,78 miliar pada saham ini.
Pergerakan Harga Emas Perhiasan pada 25 Juli 2026
Harga emas perhiasan mengalami kenaikan di sejumlah pedagang seperti Raja Emas Indonesia dan Hartadinata Abadi, sementara stabil di Laku Emas pada Sabtu, 25 Juli 2026. Pergerakan harga logam mulia ini dipengaruhi oleh berbagai faktor global.
Faktor-faktor tersebut meliputi permintaan dari industri perhiasan internasional, fluktuasi nilai tukar mata uang, serta kebijakan bank sentral terkait pengelolaan cadangan emas.
Kinerja Semester I-2026 Gajah Tunggal: Omzet Rp 9 Triliun, Diborong Lo Kheng Hong
PT Gajah Tunggal Tbk (GJTL), emiten yang masuk dalam portofolio investasi Lo Kheng Hong, telah merilis laporan keuangan semester I-2026. Emiten produsen ban ini membukukan penjualan bersih atau omzet sebesar Rp 8,99 triliun, hampir mencapai Rp 9 triliun.
Angka tersebut menunjukkan peningkatan sebesar 5,5% dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2025, yang mencatatkan omzet Rp 8,52 triliun.
Ikuti Detak.news

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.