— Belarus menunjukkan komitmen kuat untuk membangun kerja sama ekonomi jangka panjang dengan Indonesia melalui kemitraan antar-pelaku usaha (business-to-business/B2B). Langkah ini diwujudkan dengan partisipasi 18 produsen unggulan di sektor agrikultur dan pangan dari Belarus dalam pameran Food & Hospitality Indonesia (FHI) 2026 yang diselenggarakan di Jakarta.

Wakil Menteri Agrikultur dan Pangan Belarus, Alexander Yakovchits, menyatakan bahwa negaranya merupakan salah satu eksportir produk olahan susu (dairy products) terkemuka di dunia, termasuk mentega dan keju berkualitas tinggi. Ia melihat adanya ketertarikan signifikan dari pelaku usaha di Indonesia terhadap produk-produk Belarus.

“Kami berharap dapat menjalin kerja sama dalam bentuk kemitraan strategis sekaligus mendukung ketahanan pangan,” ujar Yakovchits di ajang FHI 2026, seperti dilaporkan Antara pada Rabu (22/7/2026). Saat ini, tercatat 17 perusahaan Belarus telah memperoleh lisensi akreditasi untuk ekspor ke Indonesia.

Katalis Perdagangan Bebas dan Penguatan Hubungan Bilateral

Potensi kerja sama perdagangan antara Indonesia dan Belarus semakin terbuka lebar setelah penandatanganan Perjanjian Perdagangan Bebas antara Indonesia dan Eurasian Economic Union (I-EAEU FTA) pada 21 Desember 2025. Eurasian Economic Union (EAEU) adalah blok ekonomi regional yang beranggotakan Rusia, Kazakhstan, Belarus, Armenia, dan Kirgizstan.

Duta Besar Belarus untuk Indonesia, Raman Ramanouski, menyampaikan optimisme bahwa partisipasi produsen keju, kue, cokelat, hingga minuman dari negaranya akan memacu volume perdagangan bilateral secara signifikan. “Pameran ini adalah peluang besar bagi kami untuk bertemu mitra baru, menyepakati kerja sama bisnis, dan mendorong peningkatan nilai perdagangan kedua negara,” tutur Ramanouski.

Upaya ekspansi ekonomi ini sejalan dengan hasil kunjungan Presiden Belarus, Aleksandr Lukashenko, ke Indonesia pada 1–2 Juli 2026. Selama kunjungan resmi tersebut, kedua negara menyepakati tujuh bidang kerja sama prioritas, meliputi:

  • Sektor Industri: Kemitraan antara Kementerian Perindustrian kedua negara.
  • Sektor Kebudayaan: Kerja sama kebudayaan antar-kementerian terkait.
  • Sektor Keuangan & Perbankan: Kemitraan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan Bank Nasional Belarus.
  • Sektor Kesehatan: Kerja sama Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dan Belarus.
  • Riset & Teknologi: Perjanjian ilmiah teknis antara BRIN dan Akademi Ilmu Pengetahuan Nasional Belarus.
  • Intelijen Keuangan: Pertukaran laporan terkait kejahatan keuangan dan pencucian uang antara Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) dan Komite Kontrol Negara Belarus.
  • Akreditasi Nasional: Kerja sama Komite Akreditasi Nasional (KAN) RI dengan Republican Unitary Enterprise Belarusian State Center for Accreditation.

Penandatanganan Indonesia-Eurasian Economic Union Free Trade Agreement (I-EAEU FTA) pada akhir 2025 menjadi tonggak penting dalam sejarah hubungan ekonomi Indonesia dengan negara-negara kawasan Eurasia. Bagi Belarus, Indonesia tidak hanya merupakan pasar potensial dengan populasi lebih dari 280 juta jiwa, tetapi juga sebagai pintu gerbang utama untuk menembus pasar Asia Tenggara.

Sebaliknya, bagi Indonesia, akses perdagangan yang lebih luas dengan Belarus membuka peluang diversifikasi pasokan komoditas pangan olahan, pupuk, serta teknologi agrikultur yang dapat memperkuat ketahanan pangan nasional. Sinergi antara perjanjian dagang bebas dan kesepakatan di sektor strategis ini diprediksi akan mengakselerasi nilai investasi serta volume perdagangan kedua negara secara signifikan dalam beberapa tahun mendatang.