Detak.news — Pemerintah Belarus menyuarakan harapan besar untuk segera membuka rute penerbangan langsung yang menghubungkan negara mereka dengan Indonesia. Langkah ini dipandang krusial untuk memfasilitasi pergerakan masyarakat kedua negara, terutama setelah penerapan kebijakan bebas visa yang bersifat timbal balik.
Duta Besar Belarus untuk Indonesia, Raman Ramanouski, menekankan bahwa pengembangan konektivitas udara merupakan sektor vital yang perlu dioptimalkan oleh para pelaku industri pariwisata. Ia meyakini bahwa rute penerbangan baru ini akan mampu meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan, baik dari Indonesia menuju Belarus maupun sebaliknya.
“Kami berharap dapat membuka penerbangan langsung antara Belarus dan Indonesia. Tentu saja hal ini membutuhkan waktu dan usaha yang besar, tetapi kami akan terus mengupayakannya,” ujar Ramanouski saat ditemui di ajang Food & Hospitality Indonesia (FHI) 2026 di Jakarta, Selasa (21/7/2026).
Penguatan Hubungan Pasca-Kebijakan Bebas Visa
Indonesia secara resmi memberikan fasilitas Bebas Visa Kunjungan (BVK) bagi warga negara Belarus mulai 9 Juli 2026, sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Nomor 10 Tahun 2026. Fasilitas serupa juga diberikan kepada warga negara Turki, Brasil, Peru, Kazakhstan, dan Daerah Administratif Khusus Makau.
Sebelumnya, pemerintah Belarus telah lebih dulu memberikan pembebasan visa bagi Warga Negara Indonesia (WNI) sejak tahun 2017.
Ramanouski menyambut baik regulasi baru tersebut. Menurutnya, kemudahan akses masuk ini akan semakin mempererat hubungan bilateral kedua negara, baik dalam interaksi antar masyarakat (people-to-people) maupun kerja sama antarpelaku usaha (business-to-business).
Setiap tahunnya, ribuan wisatawan asal Belarus memilih Indonesia sebagai destinasi liburan, dengan Bali menjadi tujuan favorit. Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kunjungan wisatawan berpaspor Belarus ke Indonesia mencapai 10.455 kunjungan sepanjang tahun 2025.
“Kami berharap, semakin banyak masyarakat Belarus yang mengenal Indonesia, semakin tinggi pula minat mereka untuk berkunjung ke sini,” pungkasnya.
Hubungan diplomatik antara Indonesia dan Belarus, yang terjalin sejak 1993, terus menunjukkan peningkatan, khususnya dalam sektor perdagangan, pendidikan, dan pariwisata.
Sebagai negara yang berlokasi di Eropa Timur, Belarus memandang Indonesia sebagai mitra strategis di kawasan Asia Tenggara. Sebaliknya, Indonesia melihat potensi besar dari pasar Eropa Timur untuk memperluas jangkauan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.
Pemberlakuan kebijakan bebas visa secara resiprokal menjadi tonggak penting dalam memperkuat konektivitas kedua negara. Kendati demikian, belum adanya rute penerbangan langsung hingga saat ini masih menjadi tantangan utama, memaksa wisatawan untuk melakukan transit melalui negara ketiga seperti Uni Emirat Arab atau Qatar.
Pembukaan penerbangan langsung diproyeksikan tidak hanya akan memangkas waktu dan biaya perjalanan, tetapi juga berpotensi menjadi katalisator bagi pertumbuhan volume perdagangan dan investasi di masa mendatang.
Ikuti Detak.news
