Detak.news — Danone Indonesia telah mengoperasikan sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di 11 fasilitas produksinya yang tersebar di berbagai wilayah di Indonesia. Dengan total kapasitas terpasang lebih dari 10,4 MWp, instalasi ini telah diterapkan di fasilitas yang berlokasi di Klaten, Ciherang, Banyuwangi, Mekarsari, Mambal, Cianjur, Langkat, Prambanan, Yogyakarta, Sentul, dan Ciracas.
Penerapan energi surya ini merupakan bagian dari komitmen global Danone sebagai anggota RE100, yang menargetkan penggunaan 100% listrik dari sumber energi terbarukan di seluruh operasional global pada tahun 2030. Langkah ini sejalan dengan upaya perusahaan untuk mempercepat transisi menuju operasional yang rendah karbon.
Director Public Affairs & Sustainability Danone Indonesia, Karyanto Wibowo, menyatakan bahwa keberlanjutan merupakan aspek integral dalam menjalankan bisnis mereka. “Pemanfaatan energi surya di berbagai fasilitas produksi menjadi salah satu langkah nyata kami dalam mengurangi jejak karbon operasional sekaligus meningkatkan efisiensi energi,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (28/7/2026).
Selain itu, Danone Indonesia juga terus memperkuat berbagai inisiatif dekarbonisasi. Ini mencakup rehabilitasi dan konservasi lingkungan, perlindungan keanekaragaman hayati, optimalisasi transportasi dan efisiensi operasional, serta pemanfaatan biomassa sebagai energi alternatif. “Seluruh upaya ini merupakan bagian dari komitmen jangka panjang Danone Indonesia untuk mendukung target Net Zero Emissions Indonesia,” tambah Karyanto.
Melalui berbagai inisiatif tersebut, Danone Indonesia berhasil meraih Solar Awards 2026 kategori industri dalam rangkaian Indonesia Solar Summit (ISS) 2026 yang diselenggarakan di Bali pada 14–16 Juli 2026. Penghargaan ini mengapresiasi konsistensi Danone Indonesia dalam mengintegrasikan energi surya ke dalam operasional bisnis sebagai strategi keberlanjutan dan dekarbonisasi.
Solar Awards 2026, yang mengusung tema “From Ambition to Action –Strengthening the Solar PV Ecosystem to Support Energy Sovereignty”, merupakan bagian dari Indonesia Solar Summit (ISS) 2026. Forum yang diselenggarakan oleh Institute for Essential Services Reform (IESR) bersama para pemangku kepentingan ini bertujuan menjadi wadah kolaborasi untuk mempercepat pengembangan ekosistem energi surya sekaligus memperkuat transisi menuju ekonomi rendah karbon di Indonesia.
Chief Executive Officer Institute for Essential Services Reform (IESR), Fabby Tumiwa, menjelaskan bahwa Solar Awards adalah bentuk apresiasi kepada institusi yang telah menunjukkan implementasi nyata dalam pemanfaatan energi surya. “Melalui penghargaan ini, kami berharap semakin banyak praktik baik yang dapat mendorong pengembangan ekosistem energi surya sekaligus memperkuat transisi menuju ekonomi rendah karbon di Indonesia,” ucapnya.
Danone Indonesia terus berupaya mengurangi emisi karbon, meningkatkan efisiensi energi, dan mendukung target Net Zero Emissions Indonesia serta pembangunan ekonomi rendah karbon. Perusahaan juga menjalankan inisiatif dekarbonisasi lain, termasuk penanaman lebih dari 2,6 juta pohon di area konservasi seluas 6.000 hektare, pengembangan 20 taman keanekaragaman hayati (KEHATI), optimalisasi transportasi, efisiensi operasional, serta pemanfaatan rice husk boiler sebagai energi alternatif.
Ke depan, Danone Indonesia berkomitmen untuk terus memperkuat transformasi menuju operasional yang lebih berkelanjutan melalui peningkatan efisiensi energi, perluasan pemanfaatan energi terbarukan, dan inovasi yang mendukung pengurangan emisi karbon di seluruh rantai operasional perusahaan.
Ikuti Detak.news

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.