Detak.news — JAKARTA – PT ESSA Industries Indonesia Tbk (ESSA) mengumumkan bahwa anak usahanya, PT ESSA SAF Makmur (ESM), memutuskan untuk menangguhkan pengembangan Proyek Sustainable Aviation Fuel (Proyek SAF). Keputusan ini efektif berlaku mulai 27 Juli 2026.
Proyek ini melibatkan sejumlah tokoh penting, termasuk Garibaldi ‘Boy’ Thohir sebagai salah satu penerima manfaat akhir ESSA. Selain itu, Sugito Walujo atau Patrick Walujo tercatat sebagai salah satu pemegang saham ESSA dengan kepemilikan 2,69% per 29 Mei 2026.
Sekretaris Perusahaan ESSA, Shinta DU Siringoringo, menjelaskan bahwa penangguhan ini diambil setelah perseroan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap berbagai faktor strategis dan kondisi pasar terkini. Shinta menegaskan bahwa penangguhan ini bukanlah pembatalan Proyek SAF.
“Penangguhan tersebut bukan merupakan pembatalan Proyek SAF,” tegas Shinta dalam keterbukaan informasi yang dikutip pada Selasa (28/7/2026).
ESSA menyatakan tetap berkomitmen pada pengembangan bisnis rendah karbon. Perseroan akan terus memantau perkembangan kondisi pasar, peluang bisnis, kemajuan teknologi, serta faktor strategis lainnya. Hal ini dilakukan untuk menentukan waktu yang tepat bagi ESM untuk melanjutkan pengembangan Proyek SAF berdasarkan hasil evaluasi.
Menurut Shinta, penangguhan pengembangan Proyek SAF tidak memberikan dampak material terhadap kondisi keuangan ESSA. Keputusan ini merupakan bagian dari langkah strategis ESM dalam melakukan evaluasi proyek, sehingga ESSA tetap memiliki fleksibilitas dalam mengelola alokasi modal dan mendukung penciptaan nilai jangka panjang bagi pemegang saham.
Ikuti Detak.news

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.