Detak.news — JAKARTA – PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), emiten dari Grup Sinar Mas, mengumumkan rencana penyampaian laporan keuangan konsolidasian interim untuk periode yang berakhir pada 30 Juni 2026. Direktur DSSA, David Fernando Audy, menyatakan bahwa laporan yang telah diaudit tersebut akan disampaikan selambat-lambatnya pada 30 September 2026.
Sebelumnya, DSSA telah merilis kinerja keuangan konsolidasian untuk tiga bulan yang berakhir pada 31 Maret 2026. Perseroan membukukan pendapatan usaha sebesar US$ 693,23 juta, atau sekitar Rp 11,78 triliun berdasarkan kurs konversi Rp 16.933 per dolar Amerika Serikat. Angka ini menunjukkan pelemahan 6% dibandingkan periode yang sama tahun 2025, yang tercatat sebesar US$ 737,55 juta.
Meskipun demikian, beban pokok penjualan berhasil ditekan menjadi US$ 446,26 juta pada kuartal I-2026, turun dari US$ 449,86 juta pada kuartal I-2025. Hal ini menghasilkan laba kotor senilai US$ 246,96 juta pada Januari-Maret 2026, dibandingkan US$ 287,68 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Laba periode berjalan perseroan tercatat sedikit melemah ke US$ 118,45 juta dari US$ 135,06 juta. Namun, laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk justru mengalami kenaikan 2,1%, menjadi US$ 82,26 juta atau sekitar Rp 1,39 triliun, dari sebelumnya US$ 80,5 juta.
Dalam keterangan resminya, perseroan menjelaskan bahwa pertumbuhan ekonomi digital, peningkatan penetrasi internet, dan akselerasi transformasi digital di berbagai sektor menjadi pendorong utama kebutuhan infrastruktur digital yang terintegrasi, andal, dan berkapasitas tinggi.
Sementara itu, saham DSSA menunjukkan performa positif dengan kenaikan 15,34% ke level Rp 940 pada perdagangan Selasa, 21 Juli 2026. Phintraco Sekuritas memproyeksikan target saham DSSA di angka 1.000 dan target keempat pada 1.100.
Ikuti Detak.news
