— JAKARTA – Harga emas kembali mencatatkan kenaikan signifikan, melampaui 1% pada Senin (27/7/2026). Penguatan ini didorong oleh meredanya ketegangan konflik antara Amerika Serikat dan Iran di Timur Tengah yang turut menekan harga minyak dunia. Penurunan harga minyak ini secara otomatis meredakan kekhawatiran inflasi, sementara investor kini mengalihkan perhatian pada keputusan kebijakan moneter Federal Reserve.

Berdasarkan laporan Reuters pada Senin (27/7/2026), harga emas spot tercatat naik 1,4% mencapai US$ 4.110,56 per troy ounce pada pukul 02.00 waktu Inggris. Kontrak berjangka emas AS pun tidak ketinggalan, dengan kenaikan 1% menjadi US$ 4.112,10 per troy ounce.

Tim Waterer, kepala analis pasar di KCM Trade, menjelaskan bahwa emas diuntungkan oleh pergerakan ganda pada harga minyak dan dolar AS yang mengalami penurunan. “Harga minyak yang lebih rendah meredakan kekhawatiran inflasi,” ujarnya.

Waterer menambahkan pandangannya mengenai prospek emas dalam jangka panjang. “Dalam jangka panjang, saya tetap optimis terhadap emas. Nasib emas dalam waktu dekat sangat terkait dengan arah harga minyak dan jalur kenaikannya kemungkinan akan tetap bergejolak, mengingat karena dipengaruhi oleh berita utama geopolitik hingga perdamaian yang lebih langgeng terwujud,” tambahnya.

Penguatan harga emas terjadi bersamaan dengan pelemahan indeks dolar AS (DXY) sebesar 0,3%.

Sebelumnya, Direktur PT Traze Andalan Futures, Ibrahim Assuaibi, memprediksi pergerakan harga emas dalam sepekan ke depan akan dipengaruhi oleh sentimen geopolitik, suku bunga Federal Reserve, serta kebijakan baru tarif impor AS.

Ibrahim memperkirakan potensi koreksi pada harga emas dengan level support pertama di US$ 3.968 per troy ounce. “Apabila melemah kembali, support kedua harga emas di US$ 3.871 per troy ounce,” ungkap Ibrahim dalam keterangannya pada Senin (27/7/2026).

Di sisi lain, Ibrahim juga melihat adanya peluang penguatan harga emas menuju resistance pertama di US$ 4.148 per troy ounce, yang berpotensi berlanjut ke resistance kedua di US$ 4.240 per troy ounce.