Detak.news — Bank Sentral Rusia (CBR) terus melakukan aksi jual emas dalam jumlah besar, menyebabkan cadangan logam mulia negara itu menyusut signifikan. Sejak awal tahun 2026, cadangan emas Rusia dilaporkan telah berkurang sebanyak 1,4 juta ons, setara dengan 43,5 ton.
Berdasarkan data terbaru dari CBR per awal Juli 2026, total cadangan emas pemerintah Rusia tercatat mencapai 2.282 ton. Nilai dari cadangan emas ini diperkirakan mencapai US$ 299 miliar.
Analis di Freedom Global, Vladimir Chernov, memperkirakan bahwa sebagian besar penjualan emas ini kemungkinan disalurkan ke bank-bank domestik Rusia melalui bursa serta pasar over-the-counter.
Penurunan aset cadangan ini juga tercermin dalam neraca bank sentral secara keseluruhan. Total aset cadangan resmi mencapai US$ 720,4 miliar pada akhir Juni 2026, mengalami penurunan dari US$ 747,4 miliar pada bulan Mei. Sementara itu, cadangan devisa Rusia menunjukkan stabilitas, berada di angka US$ 392,4 miliar pada akhir Juni 2026, nyaris sama dengan US$ 392,3 miliar pada Mei 2026.
Penurunan Berkelanjutan
Ini menandai bulan keenam berturut-turut cadangan emas resmi Rusia mengalami tren penurunan. Pada April 2026, CBR sempat mengungkapkan bahwa cadangan emas Rusia mencatat penurunan paling tajam dalam seperempat abad terakhir.
Pada 1 Mei 2026, CBR memiliki 73,9 juta ons emas batangan dalam cadangan internasionalnya. Dalam kurun waktu satu bulan, cadangan tersebut berkurang 200.000 ons, sehingga total penurunan sejak awal 2026 mencapai 900.000 ons. Akibatnya, total cadangan emas CBR menyentuh level terendah sejak Maret 2022.
Sebelumnya, bank sentral Rusia dikenal sebagai pembeli emas yang aktif, dengan pembelian mencapai ratusan ton per tahun. Mereka jarang menjual lebih dari 100.000 ons atau 3,1 ton emas batangan dalam satu bulan. Namun, pada Juli 2005 saja, tercatat 7,7 ton emas dikeluarkan dari neraca bank sentral tersebut.
Alasan di Balik Penjualan Emas
Bank Sentral Rusia menjual emas untuk menyeimbangkan transaksi paralel yang melibatkan penjualan aset dari Dana Kekayaan Nasional, yang merupakan bagian dari cadangan emas dan devisa negara. Analis utama di Freedom Finance Global, Natalia Milchakova, menjelaskan kepada The Moscow Times bahwa penjualan ini bertujuan untuk menutupi defisit anggaran negara yang mencapai 4,6 triliun rubel pada akhir Maret.
“Selain itu, penjualan emas mungkin bertujuan untuk membangun cadangan devisa, karena kekurangan muncul akibat pendapatan ekspor yang lemah di awal tahun,” tambah Milchakova. Ia juga menyebutkan bahwa logam mulia tersebut ditukar dengan yuan.
Milchakova memprediksi bahwa penjualan emas untuk membiayai defisit anggaran akan terus berlanjut. Hal ini seiring dengan peningkatan tajam pengeluaran pemerintah yang melampaui target anggaran.
Riwayat Pembangunan Cadangan Emas Rusia
Cadangan emas Rusia sebagian besar dibangun antara tahun 2002 dan 2025. Selama periode tersebut, negara itu membeli lebih dari 1.900 ton emas. Pembelian signifikan terjadi antara tahun 2008-2012 (sedikit lebih dari 500 ton) dan antara tahun 2014-2019 (1.200 ton).
Menurut analis Finam, Nikolai Dudchenko, pembelian emas bersih Rusia sejak tahun 2020 hanya mencapai 55,4 ton.
Ikuti Detak.news

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.