— Badan Penerbangan Federal Amerika Serikat (FAA) telah mengeluarkan arahan keselamatan baru yang mewajibkan pemeriksaan menyeluruh terhadap kursi penumpang di ratusan unit pesawat Boeing 737 MAX yang beroperasi di Amerika Serikat. Langkah ini diambil sebagai tindakan pencegahan terhadap potensi risiko kesalahan pemasangan yang terdeteksi.

Menurut laporan Reuters pada Selasa (28/7/2026), FAA memperingatkan bahwa jika posisi kursi tidak diperbaiki dengan benar, komponen tersebut berisiko terlepas saat terjadi guncangan hebat atau pendaratan darurat. Kondisi ini dapat membahayakan penumpang dan awak kabin, serta menghalangi lorong pesawat yang dapat memperlambat proses evakuasi.

Draf petunjuk kelayakan udara (airworthiness directive) yang diajukan FAA menargetkan sekitar 453 unit pesawat yang saat ini beroperasi di AS. Meskipun wewenang langsung FAA hanya mencakup maskapai penerbangan domestik AS, regulator penerbangan internasional biasanya akan mengadopsi dan mengikuti arahan keselamatan yang dikeluarkan oleh FAA.

Berdasarkan data dari firma intelijen penerbangan IBA, saat ini terdapat hampir 2.300 unit pesawat 737 MAX yang beroperasi secara global, dengan 823 unit di antaranya berbasis di Amerika Serikat.

Proses Inspeksi Cepat Tanpa Suku Cadang Tambahan

FAA menjelaskan bahwa keputusan ini berawal dari laporan mengenai beberapa rangkaian kursi penumpang yang tidak terpasang dengan tepat pada rel lantai pesawat (seat tracks). Akibatnya, dudukan kursi berisiko terlepas dari relnya apabila mengalami tekanan beban tinggi, turbulensi parah, maupun saat pendaratan darurat.

Setiap pesawat Boeing 737 MAX memiliki hingga 69 rangkaian kursi yang terpasang pada rel tersebut.

FAA memperkirakan proses inspeksi hanya membutuhkan waktu sekitar satu jam per rangkaian kursi, dan satu jam tambahan untuk perbaikannya. Proses ini dipastikan tidak memerlukan penggantian suku cadang. Maskapai dapat menugaskan beberapa teknisi sekaligus untuk mempercepat masa pemeriksaan setiap armada.

Meskipun demikian, FAA belum menetapkan batas waktu bagi maskapai untuk menyelesaikan seluruh proses perbaikan tersebut.

Menanggapi hal ini, pihak Boeing menyatakan telah memberikan panduan teknis kepada para operator maskapai sejak Desember 2025. “Kami mendukung penuh langkah FAA untuk menjadikan panduan tersebut sebagai kewajiban yang wajib dipatuhi,” ujar juru bicara Boeing melalui surat elektronik.

Usulan arahan keselamatan terbaru ini mengemuka di tengah upaya keras Boeing dalam membenahi kualitas produksi dan meningkatkan kapasitas output di bawah kepemimpinan Chief Executive Officer (CEO) Kelly Ortberg. Rentetan masalah kualitas manufaktur pabrikan pesawat asal AS ini menjadi sorotan publik sejak awal 2024, dipicu oleh insiden lepasnya panel pintu (door plug) pada armada pesawat baru Boeing 737 MAX milik Alaska Airlines di tengah penerbangan. Insiden tersebut memicu pengawasan ketat dari regulator global terhadap prosedur perakitan dan kontrol kualitas Boeing.