— PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IPCC), operator terminal kendaraan terbesar di Indonesia yang berada di bawah naungan PT Pelindo Multi Terminal, menunjukkan bahwa transformasi operasi berbasis digitalisasi telah mendorong pertumbuhan kinerja operasional yang nyata hingga kuartal II-2026.

Manajemen IPCC melaporkan, Branch Jakarta dan lima Terminal Satelit IPCC secara konsolidasi mencatat pertumbuhan kinerja operasional sebesar 13,86% untuk kargo CBU (kendaraan berpenumpang), alat berat, bus, dan truk. Angka ini setara dengan penambahan 74.886 unit secara year-on-year.

Total shipcalls di seluruh terminal IPCC hingga Juni 2026 mencapai 1.901 unit kapal yang ditangani. Angka ini tumbuh signifikan 18,37% dibandingkan 1.606 shipcalls pada periode yang sama tahun 2025. Pertumbuhan ini mencerminkan efisiensi dan keandalan layanan operasional yang semakin terdigitalisasi dan responsif terhadap kebutuhan pengguna jasa.

Komitmen IPCC terhadap tata kelola korporasi yang ketat dan terstruktur tercermin dalam pertumbuhan yang merata di hampir seluruh segmen kargo.

Volume CBU (Completely Built-Up) konsolidasi hingga Juni 2026 tercatat sebesar 446.406 unit, tumbuh 4,98% atau bertambah 21.178 unit dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Segmen truk dan bus tumbuh paling pesat sebesar 53,52% dengan volume bongkar muat mencapai 152.078 unit, bertambah 53.018 unit secara year-on-year. Segmen alat berat turut mencatat pertumbuhan yang stabil sebesar 4,35%, dari 15.872 unit menjadi 16.562 unit.

Keseimbangan pertumbuhan di lintas segmen ini menjadi bukti efektivitas sistem pengendalian operasional dan manajemen kapasitas yang dijalankan secara konsisten oleh seluruh jajaran Manajemen IPCC.

Meskipun demikian, pertumbuhan kinerja operasional secara konsolidasi tersebut perlu dilihat secara berimbang. Kenaikan trafik kargo IPCC secara konsolidasi utamanya ditopang oleh peningkatan trafik kargo domestik. Sementara itu, trafik kargo global atau impor justru menunjukkan tren penurunan, sejalan dengan perlambatan permintaan pasar kendaraan impor secara global.

Kondisi ini turut memengaruhi kinerja Branch Jakarta, yang secara terpisah mencatatkan koreksi baik pada sisi operasional maupun keuangan. Hal ini disebabkan oleh dinamika geopolitik global serta perlambatan permintaan pasar terhadap kendaraan yang diproduksi di Indonesia maupun kendaraan impor secara keseluruhan.

Signifikansi hal ini perlu digarisbawahi mengingat Branch Jakarta menyumbang sekitar 87% dari total kargo IPCC. Sisanya, sekitar 13%, berasal dari lima Terminal Satelit. Perbedaan besaran dan komposisi tarif antara Branch Jakarta dan Terminal Satelit turut berkontribusi terhadap capaian pendapatan IPCC secara konsolidasi.

Sekalipun kinerja operasional Terminal Satelit tumbuh signifikan sebesar 38,1%, capaian tersebut belum cukup mengimbangi tekanan yang dialami Branch Jakarta terhadap pendapatan perusahaan secara konsolidasi, mengingat perbedaan skala dan struktur tarif di antara keduanya.

Manajemen memandang dinamika ini sebagai bagian dari tantangan eksternal yang bersifat sementara. Perseroan akan terus memperkuat strategi mitigasi risiko serta diversifikasi sumber pertumbuhan di seluruh jaringan terminal.

Kinerja IPCC yang solid ini juga selaras dengan pemulihan positif industri otomotif nasional. Data GAIKINDO mencatat total wholesales nasional Januari-Juni 2026 untuk kargo CBU mencapai 398.662 unit, naik 14,34% dibandingkan periode yang sama tahun 2025. Seiring itu, jumlah kargo ekspor CBU yang dilayani IPCC meningkat 11,78% dengan total 191.199 unit, dengan Vietnam menjadi negara tujuan ekspor terbanyak.

Hal ini menegaskan bahwa tata kelola yang terukur dan adaptif telah memposisikan IPCC sebagai mitra strategis yang andal dalam ekosistem otomotif nasional dan mata rantai logistik otomotif global. Ini sekaligus menjadi landasan kokoh bagi perseroan untuk menjaga momentum pertumbuhan operasional yang berkelanjutan di tengah tantangan pasar global.

“Kepercayaan yang diberikan oleh seluruh pengguna jasa adalah energi terbesar kami untuk terus melangkah dan memberikan layanan sepenuh hati. Pertumbuhan kinerja operasional sepanjang Januari hingga Juni 2026 mencerminkan komitmen seluruh insan IPCC dalam menghadirkan layanan terminal kendaraan yang semakin cepat, andal, dan berstandar internasional,” kata Bagus Dwipoyono, Direktur Operasi dan Teknik merangkap Plt. Direktur Utama IPCC, dalam keterangan resmi, Selasa (28/7/2026).

Bagus menambahkan, pihaknya menyadari bahwa dinamika trafik domestik dan global, termasuk tekanan yang dialami Branch Jakarta akibat kondisi geopolitik dan perlambatan pasar, adalah tantangan nyata yang harus dikelola secara cermat. Karena itu, perseroan terus mendorong transformasi layanan berbasis teknologi, penguatan efisiensi proses handling kargo, serta pengembangan jaringan Terminal Satelit agar pertumbuhan IPCC semakin merata dan berkelanjutan.

“Ke depan, kami berusaha agar kinerja IPCC dapat terus melampaui atau menyamai capaian tahun lalu, seiring kesiapan kami menyambut pertumbuhan arus kendaraan listrik dan hybrid yang kian mendominasi aktivitas ekspor-impor otomotif Indonesia,” tutur Bagus Dwipoyono.

Dengan fondasi operasional yang semakin kuat dan ekosistem industri otomotif nasional yang terus berkembang, IPCC optimis mampu menutup tahun 2026 dengan kinerja yang kompetitif dan berkelanjutan. Perseroan akan terus memfokuskan seluruh energi dan sumber dayanya pada peningkatan kualitas layanan yang benar-benar dirasakan oleh pengguna jasa di setiap titik operasional terminal, baik di Branch Jakarta maupun jaringan Terminal Satelit.

“Kami hadir bukan hanya untuk mencatat angka pertumbuhan, tetapi untuk memastikan setiap pengguna jasa merasakan nilai nyata dari layanan kami, dan itulah standar yang akan terus kami kejar hingga akhir tahun ini dan seterusnya,” pungkas Bagus.