— JAKARTA – Lembaga pemeringkat global Fitch Ratings mengemukakan pandangannya mengenai dampak pengunduran diri Perry Warjiyo dari posisi Gubernur Bank Indonesia (BI). Fitch menilai langkah tersebut menimbulkan ketidakpastian terkait arah kebijakan moneter di masa mendatang. Kondisi ini berpotensi memengaruhi kepercayaan investor dan menambah tekanan eksternal terhadap perekonomian Indonesia.

Pernyataan ini disampaikan oleh Director Asia-Pacific Sovereign Ratings Fitch Ratings, George Xu, pada Senin (27/7/2026). Menurut Xu, mundurnya Perry menambah risiko yang berasal dari kombinasi sentimen investor yang rapuh, ketidakpastian arah kebijakan moneter, serta kekhawatiran terhadap independensi bank sentral.

“Sentimen investor yang rapuh di tengah ketidakpastian mengenai arah kebijakan moneter di masa depan dan persepsi independensi bank sentral, terutama mengingat mandat kebijakan Bank Indonesia yang lebih kompleks,” ujar Xu. Fitch memprediksi situasi ini dapat menekan stabilitas nilai tukar rupiah, meningkatkan biaya utang pemerintah, serta menggerus cadangan devisa.

Sebelumnya, pada 4 Maret 2026, Fitch telah mengubah prospek peringkat utang pemerintah Indonesia menjadi “negative”. Salah satu alasan revisi tersebut adalah meningkatnya kekhawatiran terhadap independensi Bank Indonesia, selain isu utama mengenai risiko fiskal jangka menengah.

George Xu menegaskan bahwa kekhawatiran yang telah diungkapkan Fitch sebelumnya kini semakin menguat. Hal ini disebabkan oleh bertambahnya ketidakpastian serta potensi terkikisnya konsistensi dan kredibilitas bauran kebijakan, terutama di tengah kecenderungan sentralisasi kewenangan dalam pengambilan kebijakan.

Ke depannya, Fitch menyatakan akan terus memantau perkembangan proses pergantian kepemimpinan di Bank Indonesia. Saat ini, posisi Gubernur BI sementara diisi oleh Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur BI, Destry Damayanti.

Perry Warjiyo mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Gubernur Bank Indonesia pada Senin (27/7/2026), meskipun masa jabatannya seharusnya masih berlangsung hingga Mei 2028. Untuk memastikan kesinambungan kebijakan moneter, Destry Damayanti, yang sebelumnya menjabat sebagai Deputi Gubernur Senior BI, kini menjalankan tugas kepemimpinan bank sentral.

Dalam sebuah konferensi pers, Destry Damayanti menyatakan bahwa pengunduran diri Perry Warjiyo didasari oleh alasan pribadi. Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi turut mengonfirmasi hal ini, memastikan bahwa keputusan Perry tidak terkait dengan faktor kesehatan.