— Kualitas sumber air bersih di Indonesia dilaporkan mengalami penurunan akibat berbagai faktor pencemaran. Mulai dari kebocoran pipa, dampak banjir, hingga kontaminasi logam berat dan mikrobiologi menjadi tantangan yang memerlukan penanganan lebih komprehensif. Menjawab kebutuhan tersebut, FLAX, sebuah perusahaan penyedia solusi pengolahan air asal Korea, memperkenalkan sistem filtrasi terintegrasi dalam ajang Indonesia Building Technology (IBT) 2026 di ICE BSD, Tangerang.

Sistem yang ditawarkan FLAX berfokus pada dua teknologi utama, yaitu Point of Entry (POE) yang berfungsi menyaring air saat pertama kali masuk ke dalam bangunan, dan Point of Use (POU) yang memproses air lebih lanjut hingga layak konsumsi. Willy Chandra, Sales Manager FLAX, menekankan pentingnya penanganan air yang disesuaikan dengan kondisi spesifik setiap lokasi.

Tantangan terbesar yang dihadapi di lapangan, khususnya di Pulau Jawa, adalah tingginya kandungan zat besi, mangan, silika, serta kontaminasi mikrobiologi yang kerap bersumber dari kedekatan septic tank dengan resapan air. “Kami tidak menjual sekadar filter air, tetapi sistem penjernihan yang dirancang sesuai kebutuhan setiap konsumen. Tujuan akhirnya adalah membantu masyarakat mendapatkan air yang lebih baik, karena kualitas air sangat menentukan kualitas hidup,” ujar Willy dalam keterangan resmi yang diterima, Selasa (21/7/2026).

Untuk memastikan efektivitas sistem, FLAX selalu memulai proses dengan survei lokasi dan uji laboratorium. “Setiap sumber air memiliki karakteristik yang berbeda. Karena itu kami selalu memulai dengan survei lokasi dan pengujian kualitas air sebelum merekomendasikan sistem yang paling tepat. Tidak semua air bisa diolah dengan mesin yang sama,” jelas Willy.

Perangkat filtrasi yang digunakan memiliki spesifikasi industrial grade, telah tersertifikasi halal, dan memenuhi standar kelayakan Food and Drug Administration (FDA) Amerika Serikat. Pada pameran IBT 2026, FLAX menyoroti inovasi unit berkapasitas besar untuk skala institusional dan unit filtrasi portabel untuk kondisi darurat.

FLAX berupaya menghadirkan solusi yang fleksibel, mencakup rumah tinggal, apartemen, hotel, resort, kafe, hingga kebutuhan institusi. Unit filtrasi portabel yang ditawarkan juga memudahkan penyediaan air bersih di lokasi-lokasi yang membutuhkan.

Selain teknologi dan spesifikasi perangkat, FLAX juga memberikan jaminan purna jual. “Kami ingin pelanggan mendapatkan peace of mind. Yang mereka beli bukan hanya produknya, tetapi juga layanan after sales. Tim teknisi kami siap memberikan dukungan selama 24 jam jika terjadi kendala,” kata Willy.

Kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan air mendorong pertumbuhan industri ini. Selama enam tahun beroperasi di Indonesia, layanan FLAX telah menjangkau hampir 20 kota besar. Investasi untuk sistem pengolahan air ini berkisar antara Rp10 juta hingga lebih dari Rp30 juta, tergantung kapasitas dan kompleksitas permasalahan air, dengan dukungan garansi perangkat dan paket perawatan berkala.

FLAX optimistis pertumbuhannya tahun ini dapat meningkat minimal 50 persen dibandingkan tahun sebelumnya, seiring dengan meningkatnya kesadaran masyarakat akan kualitas air. “Kami berharap apa yang kami lakukan hari ini bisa memberikan dampak jangka panjang. Air yang lebih bersih bukan hanya soal kenyamanan, tetapi juga investasi untuk kesehatan dan kualitas hidup masyarakat Indonesia,” pungkas Willy.