— Harga kontrak minyak kelapa sawit mentah (Crude Palm Oil/CPO) di Bursa Malaysia Derivatives (BMD) menunjukkan penguatan pada Rabu (22/7/2026). Optimisme pasar ditopang oleh beberapa faktor utama, termasuk ekspektasi pasokan yang semakin ketat, implementasi mandatori biodiesel B50 di Indonesia, serta posisi harga CPO yang masih lebih kompetitif dibandingkan minyak nabati pesaing.

Pada penutupan perdagangan Rabu, kontrak berjangka CPO untuk pengiriman Agustus 2026 tercatat naik 5 Ringgit Malaysia menjadi 4.530 Ringgit Malaysia per ton. Kontrak September 2026 mengalami kenaikan 9 Ringgit Malaysia ke level 4.583 Ringgit Malaysia per ton. Sementara itu, kontrak Oktober 2026 terkerek 12 Ringgit Malaysia menjadi 4.622 Ringgit Malaysia per ton, kontrak November 2026 meningkat 9 Ringgit Malaysia menjadi 4.654 Ringgit Malaysia per ton, dan kontrak Desember 2026 naik 4 Ringgit Malaysia ke posisi 4.683 Ringgit Malaysia per ton. Kontrak berjangka CPO Januari 2027 juga menguat tipis 2 Ringgit Malaysia menjadi 4.711 Ringgit Malaysia per ton.

Anilkumar Bagani, Head of Commodity Research Sunvin Group, menyatakan bahwa pasar sempat mengalami tekanan di awal perdagangan akibat pelemahan kontrak RBD palm olein di Dalian Commodity Exchange (DCE) dan minyak kedelai di Chicago Board of Trade (CBOT). Namun, sentimen positif dari sisi fundamental berhasil menopang harga hingga akhir sesi.

Bagani menyoroti bahwa harga CPO yang masih diperdagangkan dengan diskon relatif terhadap minyak nabati lainnya, ancaman fenomena El Niño, serta potensi pengetatan pasokan akibat implementasi program biodiesel B50 di Indonesia menjadi pendorong utama optimisme pasar. “Pasar kini menunggu estimasi terbaru produksi minyak sawit Malaysia untuk periode 1-20 Juli dari YOB Kay Hian dan Malaysian Palm Oil Association (MPOA),” ujarnya.

Data sebelumnya dari Southern Peninsula Palm Oil Millers’ Association (SPPOMA) menunjukkan bahwa produksi minyak sawit di wilayah Semenanjung Malaysia bagian selatan pada periode 1-20 Juli mengalami penurunan kurang dari 1% jika dibandingkan dengan periode yang sama pada bulan Juni.

Proyeksi Harga CPO ke Depan

Proyeksi positif juga datang dari Malaysian Palm Oil Council (MPOC) yang memperkirakan harga CPO akan bergerak di kisaran 4.400-4.650 Ringgit Malaysia per ton pada bulan Agustus 2026. Proyeksi ini didukung oleh penerapan mandatori biodiesel B50 di Indonesia, penguatan harga energi global, serta perbaikan keekonomian industri biodiesel yang diperkirakan akan meningkatkan permintaan minyak sawit.

Pelaku pasar kini akan mencermati data produksi terbaru dari Malaysia sebagai indikator arah pergerakan harga CPO dalam jangka pendek. Hal ini terjadi di tengah meningkatnya konsumsi biodiesel dan prospek pasokan yang diperkirakan semakin terbatas.