— DOHA – Ketegangan di jalur pelayaran strategis Laut Merah kembali meningkat tajam. Kelompok militer Ansar Allah atau Houthi dari Yaman dilaporkan telah melancarkan serangan terhadap tiga kapal tanker minyak milik Arab Saudi dalam kurun waktu 48 jam terakhir. Informasi ini diungkapkan oleh sumber internal Yaman kepada stasiun televisi Al Mayadeen.

“Dalam 48 jam terakhir, angkatan bersenjata Yaman telah menyerang tiga kapal tanker minyak Saudi,” ungkap sumber tersebut. Eskalasi serangan ini langsung berdampak pada lalu lintas pelayaran energi di kawasan tersebut. Sebanyak 16 kapal tanker milik Arab Saudi terpaksa mengubah arah pelayaran karena tidak dapat menembus Selat Bab al-Mandab, yang dikuasai Houthi sejak 20 Juli 2026.

Sumber tersebut menegaskan bahwa blokade laut yang diterapkan oleh kelompok Houthi terhadap kapal-kapal berbendera Arab Saudi masih berlaku ketat. “Sejak Yaman memberlakukan blokade, tidak satu pun kapal tanker minyak Saudi yang berhasil melewati Selat tersebut dari arah mana pun,” tambahnya.

Langkah tegas Houthi, yang menguasai wilayah utara Yaman, diklaim sebagai balasan atas kontrol wilayah udara Yaman oleh Arab Saudi selama 12 tahun terakhir. Aksi balasan ini juga dipicu oleh insiden pemboman Bandara Sanaa saat pesawat asal Iran yang membawa delegasi kelompok Houthi sedang mendarat.

Konflik antara kelompok Houthi dan koalisi pimpinan Arab Saudi telah berlangsung sejak 2015, setelah Houthi mengambil alih ibu kota Sanaa. Selat Bab al-Mandab, yang menghubungkan Laut Merah dengan Terusan Suez, merupakan salah satu jalur perdagangan minyak terpenting di dunia dan sering menjadi titik panas geopolitik.

Blokade maritim dan serangan terhadap kapal komersial oleh Houthi tidak hanya mengancam stabilitas kawasan Timur Tengah, tetapi juga menimbulkan kekhawatiran global mengenai potensi gangguan pasokan energi dan kenaikan harga minyak dunia.