Detak.news — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Rabu (22/7/2026) tercatat mengalami pelemahan tipis sebesar 0,09% dan berakhir di level 6.334,4. Meskipun demikian, pergerakan indeks secara keseluruhan masih menunjukkan tren bullish.
Sepanjang perdagangan kemarin, IHSG berfluktuasi dalam rentang 6.284,8 hingga 6.394,6. Aktivitas investor asing tercatat melakukan net sell senilai Rp 1,1 triliun di pasar reguler. Jika dihitung secara all market, total net sell asing mencapai Rp 920,3 miliar.
Perhatian investor asing terfokus pada saham-saham seperti TINS, ANTM, BNBR, VKTR, dan BUMI. Sementara itu, saham DSSA, BBRI, ASII, AMMN, dan TPIA menjadi sasaran jual asing.
Di tengah pergerakan pasar saham, nilai tukar rupiah terpantau stabil di kisaran Rp 17.900 per dolar Amerika Serikat. Stabilitas ini didukung oleh keputusan Bank Indonesia yang mempertahankan suku bunga acuan BI Rate di level 5,75%, mengindikasikan keyakinan bahwa kebijakan moneter saat ini sudah memadai untuk menjaga stabilitas nilai tukar.
Analisis Teknikal IHSG
Kiwoom Sekuritas Indonesia dalam analisisnya menyatakan bahwa secara teknikal, IHSG masih berada dalam tren bullish setelah berhasil menembus (breakout) level resistance di 6.377, meskipun belum mampu bertahan di atasnya. Posisi IHSG yang masih berada di atas Exponential Moving Average (EMA) 10, EMA 20, dan EMA 50 memperkuat indikasi tren naik jangka menengah.
Indikator Relative Strength Index (RSI) 14 berada di angka 62,69, yang mencerminkan momentum bullish yang kuat. Namun, ruang kenaikan lebih lanjut mulai terbatas karena indeks mendekati area jenuh beli (overbought).
Menurut Kiwoom Sekuritas, selama IHSG mampu bertahan di atas area support 6.284-6.260 (EMA 50), peluang untuk melanjutkan penguatan kembali terbuka, dengan potensi menguji resistance 6.377. Jika level ini berhasil ditembus dan dipertahankan, penguatan selanjutnya dapat menuju rentang 6.398-6.459.
Sebaliknya, jika IHSG kembali gagal menembus resistance, indeks berpotensi mengalami koreksi sehat (pullback). Support terdekat berada di level 6.284-6.260 (EMA 50), diikuti oleh support di 6.231.
Kiwoom Sekuritas menyarankan investor untuk melakukan aksi ambil untung (profit taking) secara bertahap selama IHSG belum mampu menembus level 6.377, dengan menerapkan strategi trailing stop di area EMA 50 (6.260).
Rekomendasi Saham Pilihan
Kiwoom Sekuritas juga merilis beberapa rekomendasi saham untuk aktivitas trading pada hari ini, Kamis (23/7/2026):
1. BREN
- Entry Buy: Rp 3.680 – Rp 3.730
- Target Price: Rp 4.250 – Rp 4.460
- Support: Rp 3.520 – Rp 3.600
- Cut Loss: Rp 3.490
2. PGEO
- Entry Buy: Rp 1.020 – Rp 1.050
- Target Price: Rp 1.095 – Rp 1.130
- Support: Rp 990 – Rp 1.010
- Cut Loss: Rp 980
3. SCMA
- Entry Buy: Rp 208 – Rp 212
- Target Price: Rp 230 – Rp 234
- Support: Rp 202 – Rp 206
- Cut Loss: Rp 200
4. PTBA
- Entry Buy: Rp 2.410 – Rp 2.440
- Target Price: Rp 2.570 – Rp 2.620
- Support: Rp 2.370 – Rp 2.410
- Cut Loss: Rp 2.360
Ikuti Detak.news

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.